Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 batal dipindahkan dari ruang isolasi Lely I RSUD Buleleng ke Rumah Sakit Pratama (SRP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. Sedianya mereka dipindahkan Selasa (31/3).

Namun terpaksa dibatalkan karena masih ada alat pendukung yang belum selesai dipasang di ruang isolasi RSP Giri Emas. Hal itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd., saat menyampaikan perkembangan kaus virus Corona secara online.

Baca juga:  Sosialisasi Pencegahan COVID-19, Dandim Tabanan Lakukan Ini

Menurutnya, pemasangan alat itu membutuhkan waktu yang cukup agar memenuhi SOP yang ada. “Saya tidak tahu persis jenis alat itu apa. Laporannya masih ada alat yang perlu dipasang dengan baik untuk memastikan ruang isolasi itu steril,” jelasnya.

Gede Suyasa mengatakan, dari laporan tim medis yang merawat, PDP dengan kode 03 yang memiliki riwayat bekerja di luar negeri kondisinya stabil. Yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala terjangkit Corona. PDP dengan kode 06 masih mengalami batuk dan mengeluh sakit tenggorokan. Sementara PDP kode 07 dan 08 menunjukkan gejala batuk-batuk selama di isolasi.

Baca juga:  Sarana Elektronik Dicoba, Pengacara Masuk Lapas Disepakati Satu Orang

Sementara itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini berjumlah empat orang. Mereka pernah berinteraksi dengan PDP kode 06. Dari pemantauan oleh tim surveillance, ODP ini masih menunjukkan gejala batuk-batuk. Selain itu, 109 Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah petugas medis yang pernah berinteraksi dengan PDP 06. Tim gugus tugas juga menemukan enam orang yang dikategorikan memiliki penyebaran virus secara transmisi lokal. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN