Wisatawan menikmati deburan waterblow di Nusa Dua. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Akibat merebaknya virus Corona, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Nusa Dua terus menurun. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Nusa Dua, namun juga seluruh kawasan di Bali.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Managing Director ITDC, IGN Ardita, mengatakan data sampai sebelum Nyepi tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua, rata-rata sampai bulan Maret sebesar 34 persen. Bahkan, sebelum Nyepi tingkat hunian sempat turun sampai 24 persen. Namun, fluktuasi masih ada untuk wisatawan domestik.

Baca juga:  Tak Punya Thermo Scanner, Pelabuhan Gilimanuk Gunakan Alat Ini Antisipasi Corona

Sementara itu, sampai Senin (30/3), tingkat hunian hotel di Nusa Dua sebesar 25,65 persen dengan jumlah wisatawan sebanyak 24.204 orang. “Bulan Maret tingkat hunian rata-rata 34 persen,” katanya.

Sementara, untuk menindaklanjuti imbauan pemerintah, kawasan Waterblow sebagai DTW juga sudah ditutup. Sedangkan, aktivitas di kawasan Hotel masih tetap beroperasi.

Meski kata dia ada satu hotel yakni Club med sudah tidak menerima kunjungan wisatawan alias tutup. “Ada satu hotel yakni Club Med sudah mengajukan untuk tidak menerima kunjungan. Meski demikian dihotel tersesbut masih ada kegiatan maintenace,” ujarnya.

Baca juga:  Diminati, Jempiring Restaurant Perpanjang "Adorable Indonesia"

Terkait antisipasi penyebaran virus di Kawasan Nusa Dua, pihaknya sudah melakukannya jauh-jauh hari sebelumnya. Pihaknya di Nusa Dua memang rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan dia area publik. Serta pihak hotel juga melakukan hal sama di kawasan hotal. “Di publik area kami juga sediakan tempat cuici tangan, sabun dan hand sanitizer,” terangnya.

Terkait kegiatan meeting di Nusa Dua, selama bulan Februari sampai bulan Maret diakuinya ada sebanyak 6 kegiatan mice atau event yang sudah postpone. Dari 6 event tersebut, diperkirakan rencana jumlah peserta sebanyak 5000 peserta. “Bulan Maret dengan sudah adanya pembatasan kegiatan, secara otomatis mulai Maret sudat tidak ada kegiatan terangnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN