Simulasi penanganan Corona digelar di RSUP Sanglah, Rabu (12/2). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, kembali bertambah. Per Jumat (13/3) sore, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan ada dua PDP baru yang dirawat.

Data dari Diskes Bali, tercatat ada 15 pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Rinciannya, sebanyak 11 orang dirawat di RSUP Sanglah, 1 orang di RSUD Sanjiwani Gianyar, dan 3 orang di RS Swasta.

“Hari ini, kami masih menunggu 13 sampel yang belum keluar dan ada dua pasien baru masuk yang masih proses pengambilan sampel,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya usai mengikuti rapat perdana Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus Desease (COVID-19) di Provinsi Bali, di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3).

Baca juga:  70 Persen Merupakan Kapal Bekas

Menurut Suarjaya, sampel yang diambil dari dua PDP baru langsung dikirim ke Jakarta, sehingga tinggal menunggu hasilnya sama seperti 13 PDP lain. Kedua pasien baru tersebut adalah warga negara asing (WNA).

Dari total 15 PDP yang masih dirawat, hanya tiga orang saja yang WNI. Secara akumulatif, total sudah ada 62 PDP di Bali, termasuk 15 orang yang masih dirawat tersebut. Berdasarkan hasil lab yang sudah keluar, 46 dinyatakan negatif dan 1 positif (WNA meninggal dunia).

Baca juga:  Diduga Flu Burung, Bayi dari Nusa Penida Dirawat di RSUP Sanglah

Wakapolda Bali, Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha mengatakan, Polda Bali selalu memonitor dan update perkembangan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Untuk antisipasi, pihaknya sudah melaksanakan pelatihan dalam rangka pengamanan dan apabila dibutuhkan untuk mengevakuasi bila ada korban COVID-19. Dikatakan, personil yang dipersiapkan juga membutuhkan APD (alat pelindung diri).

“Agar jangan sampai kita melakukan pengamanan, kita juga yang tertular,” ujarnya.

Sampai saat ini, Sunartha mengaku belum memonitor adanya penimbunan sarana-sarana pencegahan penularan penyakit seperti masker, disinfektan dan hand sanitizer. Namun pihaknya selalu mengingatkan dan mensosialisasikan, serta menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan tersebut. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN