GIANYAR, BALIPOST.com – Duka mendalam dirasakan ibu pendaki Gunung Batur yang tewas setelah jatuh ke jurang karena terpleset, Minggu (8/3) pagi. Ditemui di Gria Kelodan, Lingkungan Pasdalem, Gianyar, Ida Ayu Sri Winten mengatakan tak memiliki firasat apapun terhadap anak pertamanya, Ida Bagus Eka Andyka Arcana yang meninggal di Gunung Batur.

Namun, ia mengatakan belum lama ini sempat bermimpi anaknya diminta pulang ke Gria Kelodan. “Tidak ada firasat sama sekali. Tetapi sempat mimpi kalau dia (almarhum, red) disuruh pulang ke sini (Gria Kelodan), karena sehari-hari kami tinggal di perumahan Bona,” ujarnya.

Baca juga:  Indonesia Tangani 227 Kasus COVID-19 dengan 19 Kematian, Ini Rinciannya

Dikatakan almarhum disuruh tidur di Gria Kelodan karena Tu Kompiangnya sudah menyiapkan kamar di Gedong Kauh.

Gus Eka, demikian almarhum biasa disapa, meninggal terjatuh saat mendaki Gunung Batur, Kintamani, Minggu (8/3). Korban jatuh ke jurang sedalam 40 meter.

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 wita. Diperkirakan korban terjatuh pada pertengahan pendakian, karena jalur itu bukan jalur pendaki pada umumnya. Korban bersama sejumlah temannya itu mendaki tanpa pemandu.

Baca juga:  Ani Yudhoyono Tutup Usia

Akibat kejadian itu korban mengalami luka pada bagian kepala dan ditemukan meninggal dunia. “Karena jatuhnya di areal suci, rencananya besok pagi jam 8 kami akan menggelar upacara nebusin atma, ngulapin dan mencaru di sana sesuai arahan pemangku setempat,” kata Kakak Sepupu almarhum, Ida Bagus Ananda Manuaba.

Perlu diketahui korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adik perempuannya masih duduk di kelas tiga SMA. Ayahnya, Ida Bagus Ketut Mayun, juga telah tiada. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN