DENPASAR, BALIPOST.com – Berjangkitnya wabah virus corona di sejumlah negara, terutama Tiongkok memberikan dampak berantai bagi industri pariwisata di Bali. Menyikapi hal ini, kalangan pengusaha meminta pemangku kebijakan terkait melakukan langkah-langkah kreatif untuk mencegah timbulnya dampak yang lebih luas.

Dikatakan Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, Corona membawa dampak yang signifikan terhadap sektor pariwisata di Bali dan turunan aktivitas pariwisata. Seperti, sektor transportasi dan berimbas pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya terhadap pihak leasing dan perbankan.

Baca juga:  Wakil Bali dan Kalbar Terpilih Jadi Duta Wisata Pariwisata Nusantara 2017

Ia mengatakan minimnya wisatawan, khususnya dari Tiongkok akan mengganggu kegiatan operasional, sehingga banyak pelaku pariwisata yang merumahkan karyawannya. Hal ini tentu tidak baik bagi perkembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Bali kedepannya.

Ia menilai dampak virus corona akan mulai dirasakan tiga bulan setelah virus ini mulai merebak, yakni pada awal Maret. Karena itu, ia berharap para pengusaha pariwisata di Bali melakukan langkah-langkah kreatif untuk menjaga kondisi pariwisata di Bali yang berbasis budaya.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Terapkan ''Social Distancing''

“Kita harus melakukan langkah preventif mengantisipasi masuknya virus ini. Hotel, pesawat terbang, dan airport menerapkan standar kelengkapan, seperti masker didukung kesiapan tim medis,” ujarnya.

Ia pun mengatakan pihak hotel juga bisa menerapkan kearifan lokal, seperti memasang daun pandan untuk menangkal wabah secara niskala. Ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. (Ekayana/Mondris/Bali TV)

BAGIKAN