Ilustrasi. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Warga Banjar Dinas Puncak Sari, Desa Mundeh Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Rabu (26/2) dikagetkan temuan orang gantung diri. I Made Widi, salah satu warganya, nekat mengakhiri hidup di kebun miliknya sendiri.

Kakek berusia 74 tahun ini diduga nekat melakukan tindakan itu lantaran depresi karena penyakit rematik tak kunjung sembuh.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, korban sempat berpamitan pada anaknya hendak mencari durian ke kebun. Dari informasi yang dihimpun, korban Made Widi sebelumnya pada Selasa (25/2) sekira jam 13.00 Wita pamitan pada anaknya bernama Made Wiana pergi ke kebun untuk mencari buah durian yang kebetulan sedang berbuah.

Baca juga:  Dinilai Prioritas, Penanganan 12 Titik Kerusakan di Tabanan Ini Diusulkan Lewat BTT

Lokasi kebun hanya berjarak sekitar 200 meter sebelah barat rumah korban. Hingga pukul 17.00 Wita, korban tak kunjung pulang. Namun oleh anak korban hal itu sudah terbiasa lantaran korban sering pulang ke rumah anaknya yang menikah di Br. Dinas Kedewatan.

Pada Rabu (26/2) juga tak kunjung pulang, hingga akhirnya anak korban Made Wiana menghubungi saudaranya di Banjar Dinas Kedewatan, dan dijawab tidak ada. Dari sana,  kemudian korban berupaya mencari keberadaannya ke kebun hingga akhirnya melihat tubuh ayahnya tergantung di pohon coklat.

Baca juga:  Kualitas Sumber Air Permukaan di Tabanan Terganggu

Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Wayan Sugita pun membenarkan kejadian tersebut. Hasil dari olah TKP tidak ditemukan kejanggalan terkait kematian korban. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN