Sejumlah warga dari berbagai elemen dan usia menyusuri dan membersihkan mangrove di kawasan Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar, Selasa (25/2). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kegiatan susur mangrove yang menjadi agenda tahunan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar selalu menjadi kenangan tersendiri bagi para siswa. Mereka beramai-ramai naik kano di kawasan DAM Estuari, Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar, sambil memungut sampah. Peserta yang mendapat sampah khususnya plastik cukup banyak mendapat hadiah.

Salah seorang peserta, I Gusti Ngurah Agung Kresnada, mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Ia bersama rekan-rekannya berlomba untuk dapat memungut sampah plastik yang tersangkut di akar mangrove.

Baca juga:  Arus Balik, Pemeriksaan Identitas di Gilimanuk Diperketat

Dari pengalamannya ikut susur mangrove, dirinya sadar bahwa sampah harus diselesaikan di hulu. “Karena sampah-sampah inilah yang membuat mangrove bisa terganggu ekosistemnya,” katanya, Selasa (25/2).

Ketua Panitia Susur Pantai, Komang Antara, mengatakan, kegiatan susur mangrove ini merupakan yang ketujuh kalinya. Acara ini dilakukan untuk melestarikan kawasan hutan mangrove agar ekosistemnya tak terganggu karena sampah. Peserta yang terlibat 100 orang yang dibagi menjadi 50 tim.

Baca juga:  Tiga Hari ke depan, Ini Ramalan BMKG

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AAG Bayu Brahmasta, acara ini didasari oleh banyaknya sampah yang ada di hutan mangrove. Pihaknya bersama nelayan Batu Lumbang secara rutin menggelar kegiatan ini. (Asmara Putra/balipost)

BAGIKAN