Kendaraan harus antre untuk lewat karena longsor menutup jalan di jalur Singaraja-Bedugul, Kamis (20/2). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tanah longsor menutup setengah badan jalan yang merupakan jalur Singaraja-Bedugul, Kamis (20/2). Tepatnya di Km 18.00, Sukasada. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari dua arah harus bergantian lewat.

Menurut Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, pihaknya melakukan sistem buka tutup di kawasan itu. Jalur yang biasanya macet karena banyak dilalui saat Manis Galungan ini pun bertambah macet dengan adanya longsor ini.

Baca juga:  Ribuan Umat Hindu Gelar Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan

Ia mengatakan, tanah longsor terjadi pada malam hingga dinihari. Tanah terjal di atas jalan longsor menimbun setengah jalan.

Tidak saja gundukan tanah, pohon berukuran sedang dan semak liar turut tergerus saat tanah longsor. Beruntung, saat kejadian lalulintas sepi, sehingga tidak terjadi korban jiawa dalam kejadian ini. “Satu titik tanah longsor, kejadian setelah hujan lebat. Tidak ada korban jiwa, dan karena gelap saat kejadian, belum ditangani,” katanya.

Baca juga:  Istri Sekwan Klungkung Kembalikan Rp 1,2 Miliar

Ia mengutarakan situasi lalin di Singaraja-Bedugul ini sudah bisa diatasi menjelang siang hari, setelah relawan tanggap bencana Desa Gitgit dan personel TRC BPBD dan Dinas PUPR Buleleng diterjunkan ke TKP. Gundukan tanah itu dibersihkan, sehingga tidak lagi menghalangi kendaraan yang melintas. “Setelah siang hari lalulintas kembali normal, namun jalan masih licin. Pengendara kami himbau tetap berhati-hati dan juga mewaspadai terjadi longsor susulan karena cuaca ekstrem,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

Baca juga:  PWA Bali Dipatok Rp250 M di 2025, DPRD Bali Nilai Terlalu Pesimis
BAGIKAN