Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melepas keberangkatan WN Tiongkok dari Bandara Ngurah Rai, Rabu (5/2) dinihari. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pascaseluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok distop, per 5 Februari 2020, diperkirakan ada sebanyak 5000-an wisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali. Dari jumlah itu kata Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Gou Haodong, sekitar 200 orang berasal dari Provinsi Hubei.

Untuk memfasilitasi pemulangan sebanyak 5.000 WN Tiongkok yang masih ada di Bali, pemerintah Tiongkok melalui Konsulat Jenderal RRT di Denpasar berencana akan mencharter pesawat. Ini rencananya akan dilakukan pada Jumat (7/2).

Dikonfirmasi terkait rencana tersebut, Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali, Puguh Lukito tidak memungkiri informasi tersebut. Namun pihaknya mengatakan, ini masih sifatnya informal untuk menjajaki kemungkinan dilakukan upaya memfasilitasi pemulangan wisatawan yang maish ada di Bali.

Terkait rencana tersebut, pihaknya mengatakan, masih menunggu izin dari sejumlah kementerian terkait. Semua hal kata dia masih sedang dikoordinasikan, baik dari segi perijinan maupun teknisnya. “Betul sekali. Ini masih bersifat rencana. Untuk Ijin masih di koordinasikan dengan pihak pihak terkait,” pungkasnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/2). (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.