Kendaraan melintas di sekitar kawasan Nusa Dua. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Banyak pelaku pariwisata Bali belakangan ini merasakan kualitas wisatawan yang datang makin menurun. Untuk itu dibutuhkan sebuah upaya di dalam mengambil kembali potensi wisatawan “berduit” untuk datang ke Bali.

Hal ini terungkap dalam pertemuan promosi pariwisata Bali yang difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali, Rabu (15/1).

Baca juga:  Dari Tempat Dugem Dirazia hingga Jembrana Kembali Alami Puluhan Kasus COVID-19

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, pembangunan berkelanjutan dalam pariwisata Bali sangat penting. Karena itu Bali harus dijaga dan dirawat agar dunia bisa menikmati Bali dengan baik.

Trisno menjelaskan, Bali ingin menarik wisatawan yang berkualitas. “Turis yang punya uang dan bisnis untuk datang, sehingga Bali bisa tumbuh besar, ekonomi Indonesia juga bagus, rupiah stabil karena kita mendapatkan devisa dari luar negeri.

Baca juga:  Baik untuk Memulai Suatu Usaha, Berikut Ala Ayuning Dewasa 18 Juni 2026

Ia mengatakan Bali Convention Exhibition Bureau (BaliCEB) merupakan suatu cara untuk menggaet wisatawan lebih berkualitas dan banyak membawa dolar. Disebutkannya segmen MICE ada yang bersifat regional maupun global.

“Untuk yang domestik bisa dilakukan di Jakarta, namun yang bersifat internasional dapat dilakukan di Bali. Kita harus membujuk kementerian di pusat untuk mengadakannya di Bali,” katanya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Putu Astawa mengatakan, pembentukan lembaga promosi yang khusus menggarap potensi MICE sudah diwacanakan sejak 10 tahun lalu. Namun baru kali ini dapat terwujud.

Baca juga:  Terkait Virus Corona, Menparekraf Sebut Bersimpati, Tapi Perlu Selamatkan Pariwisata

Selama ini potensi pariwisata dari penyelenggaraan MICE belum tergarap dengan bagus. Untuk itu dengan adanya BaliCEB, ia berharap CEO nya dapat menjadi pilar marketing.

Pemerintah dalam hal ini hanya memberikan dukungan dan memfasilitasi saja. “Ini adalah murni dari inisiatif dari industri pariwisata,” katanya. (Agung Dharmada/balipost)

BAGIKAN