Ilustrasi kondisi ritel di salah satu perusahaan ritel di Bali. (BP/may)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sektor ritel masih berjalan baik di tengah menguatnya dolar. Karena ritel yang berkembang di Bali khususnya lebih banyak marketnya adalah lokal.

Salah satu pengusaha ritel sekaligus owner Coco Mart I Nengah Natya mengatakan, pengembangan ritel Coco masih bagus dan ia pun optimis mengembangkan Coco. “Segmen untuk ritel masih bagus seiring pertumbuhan ekonomi,” ujarnya saat pembukaan Coco Supermarket Jimbaran, Sabtu (19/5).

Baca juga:  Tiga Kementrian Sepaham Tingkatkan Kualitas SDM Aparatur Desa

Oleh karena itu ia menargetkan dalam sebulan membuka 1 outlet. Sehingga dalam setahun ada 12 outlet. Sampai saat ini Coco Mart telah memiliki 105 outlet di Bali dan 6 di Lombok.

Pasar ritel juga tidak terlalu banyak terpengaruh. Karena segmennya lebih kuat pasar lokal. Walaupun ekonomi gonjang ganjing, Natya mempercayai sektor ritel masih berjalan baik. Apalagi produk yang dijual adalah makanan yang merupakan kebutuhan primer.

Baca juga:  Sejumlah Anak Terkonfirmasi COVID-19, Dua SD Kembali Belajar Daring

Menguatnya dolar lebih banyak mempengaruhi importir. Sementara Coco sendiri hanya 20 persen menggunakan produk impor, sisanya produk lokal. Sehingga bagi pengusaha ritel seperti dirinya belum merasakan dampak dari menguarnya dolar.

Ia senantiasa terus berinovasi baik dari sisi produk, pemberdayaan SDM, lokasi yang strategis untuk pemasaran, memberikan pengalaman yang terbaik bagi customer sehingga customer pun akan memilih tempat terbaik untuk berbelanja. (citta maya/balipost)

Baca juga:  Sosialisasikan Informasi Pembangunan, Pemkab Bangli akan Lakukan Langkah Ini
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *