SINGARAJA, BALIPOST.com – 22 orang pejabat di Pemkab Buleleng menjalani mutasi jabatan Senin (9/4) di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati setempat. Mutasi pertama di masa pemerintahan kedua ini, berlaku bagi tujuh orang pejabat eselon II b dan 15 pejabat eselon III a.

Namun, jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih dibiarkan lowong. Ini karena pejabat lama Ir. Nyoman Genep, MT ditarik mengisi jabatan Kepala Dinas Pertanian (Distan) menggantikan Ir.I Nyoman Swatantra, M.MA.

Swatantra digeser sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil (Koperasi UKM). Drs. I Made Budi Astawa, M.Si. kemudian ditarik mengisi kursi jabatan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia.

Baca juga:  Pastikan Kelangsungan Hidup Sektor Informal dan UMKM, Gubernur Serahkan BSU Rp 78 Miliaran

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Ni Made Rousmini ditunjuk sebagai Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan. Jabatan itu kemudian disi oleh Gede Wisnawa, SH.

Jabatan yang Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng diberikan kepada Drs. Dewa Ketut Manuaba. Selain pejabat eselon II a, belasan pejabat eselon III b juga menjalani pergeseran posisi.

Jabatan ini seperti Camat Banjar dijabat I Ketut Darmawan, SM.SP. Camat Busungbiu Made Sudama Diana, S.Sos.M.M ditarik menduduki jabatan Kabag Pemerintahan Sekkab Buleleng. Jabatan ini kemudian diisi oleh Drs. Made Supartawan, MM yang tadinya menjabat Kabag Humas dan Protokol Sekkab Buleleng.

Baca juga:  Lima Kabupaten/kota Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19

Kabag Humas dan Protokol sekarang dipangku Ketut Suwarmawan, S.STP., MM. Selain itu, Nyoman Agus Jaya Sumpena, SE yang lama dimutasi ke Kabag Perlengkapan RSUD kini ditarik sebagai Kabag Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Sekkab Buleleng.

Usai mengumumkan mutasi, Bupati menyebut bahwa pergeseran jabatan ini untuk penyegaran para stafnya. Selain karena ada pejabat sampai lima tahun duduk di jabatan tertentu.

Lanjutnya, mutasi memberi kesempatan kepada pejabat yang berkinerja tinggi menjabarkan kebijakannya di masa pemerintahan kedua. “Ini mutasi yang baik dan selain kinerja, prestasi dan memang ada menjabat lama di satu jabatan tertentu perlu disegarkan dan saya merotasi untuk mencari pejabat yang memang “kenceng” untuk bekerja,” katanya.

Baca juga:  Perbukitan di Nusa Penida Terbakar, Puluhan Wisatawan Sempat Terjebak

Terkait jabatan Kepala DLH yang lowong, Bupati penggemar otomotif ini menjamin dalam dua minggu ke depan jabatan ini akan diisi dengan pejabat difinitif. Pihaknya akan mencari pejabat lewat jalur lelang jabatan sesuai regulasi yang ada. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *