Investor dari AS tertarik berinvestasi di Buleleng. (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Di tengah tarik ulur wacana proyek bandara internasional Bali Utara, Buleleng mulai dilirik pemilik modal (investor) luar negeri. Terbukti perusahaan asal Amerika yang tergabung dalam dalam Stern Resource (SR) Group tertarik mengembangkan usaha di bidang properti dan kesehatan di bumi Den Bukit.

Mengawali penjajakannya itu, pihak manajemen diantaranya Carl E. Bolch. III, dan Co-Chief Executive Officer Hartadinata Harianto, serta Dinnah Tanuhardja selaku Businese Development Direcctor SR Group berkunjung ke Buleleng pada Jumat (23/3). Kunjungan investor itu setelah tokoh pengusaha lokal Buleleng Luh Kerthianing melakukan negosiasi.

Baca juga:  Gendo Setor Denda Jerinx, Mulai Pecahan Rp 100 hingga Rp 100 Ribu¬†

Kerthianing sendiri dikenal sebagai pengusaha di bidang properti. Perempuan asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan ini pernah duduk menajdi Ketua Komisi IV DPRD Buleleng periode 2004-2009. Dia juga sempat bertarung dalam Pilkada Buleleng 2007 lalu sebagai calon Wakil Bupati Buleleng.

Menurut Kerthianing, selain penjajakan oleh manajemen perusahaan, dirinya juga mengajak rombongan manejemen audiensi dengan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS).

Sementara itu, Co-Chief Executive Offier Hartadinata Harianto mengatakan, alasan tertarik berinvestasi di Buleleng karena daerah ini memiliki potensi besar dan memungkinkan untuk dikembangkan. Dibandingkan berinvestasi di Bali Selatan yang sudah jenuh, Buleleng dianggap lebih memberi harapan.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Naikkan FLPP Jadi 200 Juta

Hartadinata menyebut, investasi yang mungkin dikembangkan adalah membangun klinik atau rumah sakit bertaraf internasinonal. Peluang ini sekarang masih dipelajari lebih lanjut. “Penjajakan awal dan nanti akan ada tim dari SR Group yang menindaklanjuti. Kalau prospeknya besar, kita bisa secepatnya mewujudkan,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *