Jalan ke Gitgit, Buleleng ditutup akibat bencana longsor belum lama ini. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pascadilanda segudang bencana pada Januari dan Februari, sikap siaga perlu tetap diterapkan masyarakat Buleleng.

Alasannya, pada bulan ini, Bumi Panji Sakti diprediksi rawan bencana pergeseran tanah. Hal tersebut disampaikan melalui surat edaran oleh Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Buleleng, Made Subur mengungkapkan daerah yang rawan terjadinya pergeseran berada di seluruh kecamatan. Hanya saja intensitasnya yang berbeda.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Awal 2026, Belasan Bencana Terjang Pupuan

Kecamatan Banjar, Busungbiu, Gerokgak dan Seririt, diprediksi masuk zona rawan menengah hingga tinggi. Bencana yang kemungkinan timbul berupa gempa, longsor dan banjir bandang. “Bulan ini diprediksi masih akan ada bencana,” ujarnya, Rabu (1/3).

Meskipun sebatas prediksi, hal tersebut menurut pejabat asal Desa Banyuatis ini perlu mendapatkan perhatian.

Mengantisipasi itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan aksi bersih sungai yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Itu juga diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat. “Sebelum terjadi, perlu ada langkah-langkah antisipasi,” pungkasnya. (Sosiawan/Balipost)

Baca juga:  Ini, Daerah yang Terdampak Penurunan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

 

 

BAGIKAN