Penggalian dilakukan di sumur yang diduga kuburan korban tragedi 1965. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Rabu (4/12) siang melakukan penggalian lahan pekarangan rumah yang diduga merupakan kuburan massal. Di lahan yang terdapat bangunan rumah itu dulunya ada sumur yang digunakan untuk mengubur 7 orang warga.

7 orang ini di kubur ketika tragedi berdarah tahun 1965. Proses penggalian dilakukan oleh pihak pemilik rumah menggunakan alat berat.

Baca juga:  Tren Kenaikan Kasus di 126 Kabupaten/kota, Menkes Sebut Ini Pemicunya

Selain bangunan rumah yang dibongkar alat berat juga menggali sedalam 8 meter. Sejumlah tulang belulang yang sudah pecah ditemukan warga dari lubang tersebut.

Salah seorang saksi hidup, I Ketut Suara (77), meyakini lokasi di bangunan rumah itu terdapat sumur yang merupakan kuburan beberapa orang. Dua orang dikenalinya, yang tidak lain kerabat pemilik rumah.

Sedangkan 5 orang lainnya ia tidak tahu. “Saya dulu mendengar saja dari informasi, di sini memang tempat dikuburnya mereka,” ujar lansia ini.

Baca juga:  Wisatawan Nyeberang ke Nusa Penida Ramai, Antrean Kendaraan Meluber ke By-pass Sanur

Upaya penggalian ini dilakukan sendiri oleh pemilik rumah dengan menyewa alat berat. Rumah ini milik almarhum Ketut Sangga yang meninggal beberapa bulan lalu.

Oleh anaknya, Kade Suryawan akhirnya diputuskan untuk menggali tanah yang diduga menjadi kuburan massal itu. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN