SMP Negeri 1 Bangli (Esaba) meluncurkan Tari Pemendak Padma Anjali, bertepatan dengan perayaan hari suci Saraswati, Sabtu (31/10) lalu. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – SMP Negeri 1 Bangli (Esaba) meluncurkan Tari Pemendak Padma Anjali, bertepatan dengan perayaan hari suci Saraswati, Sabtu (31/10) lalu. Tarian tersebut dihadirkan sebagai tari persembahan untuk menyambut Ida Ratu Gede lan Ratu Mas Alit saat napak pertiwi, sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Bali.

Tari Pemendak Padma Anjali adalah tarian persembahan yang lahir dari ungkapan rasa syukur serta ketulusan bakti dalam menyambut Ida Ratu Gede lan Ratu Mas Alit di Pura Saraswati Esaba. Tarian tersebut diciptakan oleh guru seni budaya Esaba, Bapak I Gede Yoga Mudana Putra, S.Pd., M.Pd dan Ibu Ni Ketut Sutresni, SST, dengan penata Iringan Tabuh oleh Bapak I Komang Guruh Dana Iswara, S.Pd., Ni Putu Anggun Nindyasetyani dan Ni Putu Sunia Wahyulantari.

Baca juga:  Gor Kebo Iwa Kebanjiran, Pertandingan Basket Porsenijar Diundur

Kepala SMPN 1 Bangli I Wayan Agus Adi Wiguna menjelaskan bahwa tarian baru ini memiliki peruntukan yang berbeda dengan tarian maskot sekolah yang sudah ada sebelumnya.

“Tari Pemendak Padma Anjali yang dikukuhkan kemarin, itu khusus tari pemendak saat Ida Betara tapakan napak pertiwi. Sedangkan untuk acara-acara sekolah, seremonial sekolah, itu kita punya tari maskot yang sudah kita patenkan kemarin di Brida, itu sebagai tarian kebesaran sekolah,” jelasnya, Jumat (6/11).

Selain meluncurkan tarian baru, pada hari yang sama sekolah yang beralamat di Jalan Nusantara, Bangli itu juga meresmikan panggung yang diberi nama “Natar Siddhamandala Esaba”. Panggung ini merupakan wujud nyata dukungan serta bantuan dari elemen masyarakat kepada SMP Negeri 1 Bangli. Kehadirannya dipersembahkan sebagai wahana strategis untuk mengembangkan kreativitas belajar dan ekspresi seni murid di sekolah.

Baca juga:  Bertemu Gubernur Koster, BEM Pertanian Unud Soroti Alih Fungsi Lahan dan Krisis Regenerasi Petani

Agus Adi Wiguna mengatakan, pemanfaatan panggung Natar Siddhamandala dirancang tidak sebatas untuk pementasan seni pertunjukan saja. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang belajar luar ruangan yang fleksibel untuk seluruh mata pelajaran.

“Tidak hanya belajar tentang seni dan tari, tetapi mereka bisa berekspresi tentang drama, tentang puisi, bisa langsung bagaimana dia melakoni dalam bentuk ekspresi yang sebenarnya di tempat terbuka. Itu sih harapan kita. Sehingga guru-guru nanti untuk semua mata pelajaran pun itu diberikan kesempatan atau bisa memanfaatkan panggung itu untuk tempat belajar,” jelasnya.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Belasan Warga Bebetin Terancam "Kasepekang"

Menurutnya jika pemanfaatannya hanya terbatas untuk gelaran seni saja, kehadiran panggung tidak akan optimal. “Jadi ini untuk semua pengembangan potensi kreativitas yang terintegrasi di dalam setiap pembelajaran. Sebagai contoh, guru Bahasa Indonesia mengekspresikan bagaimana siswa itu membawakan monolog, membawakan puisi gitu misalnya, membawakan cerpen atau storytelling, itu biar bisa dia langsung menguasai konsep panggung. Sementara teman-teman yang belum dapat giliran jadi audiens penontonnya. Itu harapan kami di sekolah dengan keberadaan sarana panggung tersebut,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN