Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba melakukan pemeriksaan sarpas tanggap bencana. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Potensi bencana alam akibat meningkatnya intensitas hujan menjadi perhatian serius, terlebih sejumlah wilayah Kabupaten Badung memiliki potensi kerawanan bencana seperti banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Terkait hal tersebut, Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba memperkuat serta memeriksa kesiapsiagaan dengan memastikan personel, sarana, dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana dalam kondisi siap digerakkan sewaktu-waktu untuk memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat.

“Polres Badung secara rutin melakukan pengecekan kesiapan dan kelayakan sarana-prasarana, termasuk peralatan pendukung penanganan bencana, guna memastikan seluruhnya dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujar Kasi Humas Polres Badung, Ipda Nyoman Yuni Eltari, Jumat (6/11).

Baca juga:  Sigap Tangani Bencana, Menpar Apresiasi Kinerja Balawista

Ipda Yuni menjelaskan, guna mendukung penanganan bencana, Polres Badung menyiapkan sarpras di antaranya kendaraan operasional, kendaraan patroli, peralatan komunikasi, perlengkapan evakuasi dan pertolongan, serta perlengkapan pengamanan lokasi bencana. Dalam pelaksanaannya, Polres Badung juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Saat memimpin apel kesiapan pasukan antisipasi dan penanggulangan bencana, Kamis (5/11), Kapolres AKBP Joseph menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan kesiapsiagaan, memantau perkembangan situasi cuaca dan kondisi wilayah, serta bergerak cepat apabila terjadi bencana. Personel juga diminta mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas, memberikan bantuan kemanusiaan. “Bapak Kapolres Badung mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan polisi 110,” tegas Ipda Yuni.

Baca juga:  Perpanjangan PPKM, Tiga Inmendagri Diterbitkan

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh instansi terkait. Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan koordinasi yang kuat, respons cepat dan langkah terpadu antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD serta seluruh unsur terkait agar setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kapolres mengimbau seluruh personel agar senantiasa menjaga kesiapan fisik dan mental, memetakan wilayah rawan bencana, serta memastikan seluruh peralatan pendukung dalam kondisi baik. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras, menghindari daerah rawan longsor maupun banjir, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas. Usai pelaksanaan apel, mantan Kapolres Karangasem ini memeriksa sarpras tanggap bencana guna memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan saat dibutuhkan. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Tingkatkan Sinergitas Demi Keamanan Bali
BAGIKAN