Petugas saat melakukan pengujian kualitas sumber mata air yang kerap dikonsumsi masyarakat (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Enam sumber mata air atau beji di Kabupaten Tabanan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan air minum diuji laboratorium kesehatan. Pengujian ini untuk mengetahui kualitas air sekaligus memastikan sumber mata air tersebut aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Surya Darma mengatakan, pemeriksaan laboratorium dilakukan setelah kegiatan pengambilan sampel dan penilaian kesehatan mata air di 40 titik di Tabanan. Dari puluhan lokasi tersebut, enam sumber mata air diketahui digunakan masyarakat secara langsung untuk air minum.

Keenam lokasi tersebut yakni Beji Peninjaoan di Desa Abiantuwung dan Beji Kahyangan Demung di Kecamatan Kediri, Beji Mumbul Dukuh di Kecamatan Tabanan, Beji Sudamala Pura Dalem Purwa Kubontingguh di Kecamatan Tabanan, Beji Selaka di Desa Adat Buruan, Kecamatan Tabanan, serta Beji Melanting Watudungkuh di Kecamatan Marga..

Baca juga:  Capim-Cadewas KPK Jalani Uji Kelayakan

“Enam lokasi ini menjadi perhatian karena airnya dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk diminum. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kualitas airnya diketahui secara pasti,” ujar Surya Darma, Rabu (3/11).

Dia menjelaskan, kegiatan penilaian kesehatan mata air tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat. Penilaian dilakukan melalui pengamatan kondisi sumber mata air serta pengumpulan data di lapangan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perlindungan dan pengelolaan sumber mata air ke depan.

Baca juga:  Lindungi Sumber Air, Pemprov Bali Godok Regulasi

Menurut Surya Darma, pemeriksaan ini penting mengingat sumber mata air tersebut merupakan salah satu sumber air yang masih dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kita ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi sumber mata air, terutama yang digunakan langsung untuk kebutuhan konsumsi,” katanya.

Secara keseluruhan, program penilaian kesehatan mata air direncanakan menyasar 90 titik di tiga wilayah, yakni 40 titik di Bali, 40 titik di wilayah Jawa, dan 10 titik di Sumatera Barat. Surya Darma mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap enam sumber mata air di Tabanan tersebut. Hasil pengujian nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan upaya pengelolaan dan perlindungan mata air secara berkelanjutan.

Baca juga:  Sampah Meningkat Hingga 30 Persen Setelah Galungan, Ini Upaya DLH Tabanan

“Kita berharap hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas air yang memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi. Namun, tentu harus menunggu hasil uji laboratorium terlebih dahulu,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN