Petugas mendatangi TKP perselisihan antara Satgas Anti Knalpot Brong dengan pemotor. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Niat baik Satgas Anti Knalpot Brong Pererenan, Mengwi, Badung, untuk mewujudkan suasana nyaman dan tenang, justru mendapat perlawanan. Anggota satgas berinisial IGNAB (22) saat menegur pemotor yang memakai knalpot brong justru mendapat perlawanan.

Pemotor, IGNGTP (27) tidak terima hingga berujung perang mulut di Jalan Shortcut Pantai Lima, Senin (2/11). Namun, masalah tersebut cepat diselesaikan oleh pihak kepolisian bersama aparat desa dan kedua belah pihak sepakat damai.

Baca juga:  Desa Adat Kedonganan Garap Mangrove Jadi Kawasan Wisata

Kasi Humas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, Selasa (3/11), menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pukul pukul 19.00 WITA. Kesalahpahaman itu terjadi antarwarga lokal, IGNGTP dengan Satgas Anti Knalpot Brong.

“Kedua belah pihak sempat cekcok di lokasi. Permasalahan awal diakibatkan warga lokal (IGNGTP) membawa motor brong selanjutnya ditegur oleh Satgas Anti Knalpot Brong (IGNAB),” ujarnya.

Mendapat laporan kejadian itu, Bhabinkamtibmas Dewa Pererenan menuju TKP. Selanjutnya, mengajak kedua belah pihak ke Kantor Desa Pererenan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Petugas melakukan mediasi dengan maksud mencari solusi dan kesepakatan bersama terhadap permasalahan yang timbul.

Baca juga:  Pemotor Penerobos Iring-Iringan Mobil Presiden Tidak Ditahan

Selain itu, mencegah terjadinya perselisihan lanjutan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Petugas juga ingin menjaga hubungan baik antara masyarakat dengan Satgas Anti Knalpot Brong dalam pelaksanaan kegiatan penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan. “Tidak kalah penting, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Desa Pererenan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN