
NEGARA, BALIPOST.com – Senderan jalan di Jalan Nakula, Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, jebol Jumat (30/10) sekitar pukul 20.00 WITA.
Longsor diduga dipicu curah hujan yang tinggi dan menyebabkan kerugian
sekitar Rp10 juta. Nihil korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.
Selain di Yehembang Kauh, longsor juga terjadi di jalan menuju Yeh
Mecebur, Desa Penyaringan.
Berdasarkan kaji cepat BPBD Jembrana, senderan yang jebol memiliki
panjang sekitar 12 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman sekitar 20
meter. Kondisi itu berpotensi membahayakan pengguna jalan serta
menyebabkan kerusakan badan jalan semakin meluas.
Kalaksa BPBD Jembrana bersama Camat Mendoyo, Kabid KL, TRC Regu II,
dan Pusdalops BPBD Jembrana langsung menuju lokasi untuk penanganan
dan kaji cepat. Penanganan berlangsung pukul 22.13 hingga 23.30 WITA.
Sebagai langkah awal, petugas memasang police line dan menempatkan
water barrier di sekitar badan jalan yang longsor. Pembatasan itu
bertujuan memberi peringatan kepada pengguna jalan serta mencegah
masyarakat mendekati area berbahaya guna mengantisipasi kecelakaan.
Penanganan awal itu berjalan tanpa kendala.
“Penanganan dan perbaikan segera pada lokasi longsor perlu dilakukan
melalui koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah kerusakan
semakin meluas dan mengantisipasi potensi longsor susulan,” kata
Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Sabtu (31/10).
Ia menegaskan kodisi badan jalan juga akan terus dipantau dan police line serta water barrier dipastikan tetap terpasang demi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. (Surya Dharma/balipost)










