DLHK Badung menyiagakan 800 personel, 100 dump truck, dan alat berat untuk mengantisipasi sampah kiriman di pesisir saat musim Angin Barat.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sampah kiriman kembali menjadi ancaman bagi kebersihan pesisir Badung saat musim hujan dan Angin Barat tiba. Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menyiagakan 800 personel, 100 unit dump truck, serta alat berat untuk mempercepat penanganan sampah di sepanjang pantai barat Badung.

Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, mengatakan perubahan arah angin, gelombang, dan arus laut pada musim Angin Barat berpotensi membawa sampah dalam jumlah besar ke kawasan pesisir. Sampah yang biasanya terdampar meliputi ranting, kayu gelondongan, hingga sampah kelapa.

“Biasanya sampah kiriman mulai muncul pada akhir Oktober atau menjelang November. Dampaknya terutama terjadi di pesisir sebelah barat Badung, mulai dari Pererenan, Canggu, Legian, Kuta, Kedonganan hingga Pecatu,” ujar Rai Warastuthi saat ditemui Rabu (28/10).

Baca juga:  Digadang-gadang Jadi Bupati, Kembang Hartawan Tunggu Penugasan Partai

Meski hingga saat ini belum terlihat sampah kiriman dalam jumlah signifikan, DLHK Badung tetap meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut yang dapat memicu peningkatan volume sampah. DLHK Badung telah menempatkan sekitar 800 personel di sepanjang kawasan pesisir. Selain itu, sebanyak 100 unit dump truck dan alat berat disiapkan untuk mendukung kegiatan pembersihan di masing-masing pantai.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan ini bertujuan mempercepat penanganan sejak sampah mulai terdampar, sehingga petugas tidak perlu menunggu tumpukan sampah semakin besar.

Baca juga:  Tiga Hari Tak Diangkut, Tumpukan Sampah Tebar Bau Busuk

“Petugas akan melakukan pemantauan dan pembersihan secara cepat sesuai kondisi di masing-masing pantai. Kami tidak menunggu sampah menumpuk, tetapi melakukan pemantauan dan pembersihan secara cepat sesuai kondisi di masing-masing pantai. Ketika terjadi peningkatan kiriman, petugas dapat segera digeser ke titik-titik yang membutuhkan,” jelasnya.

Untuk memperkuat penanganan, DLHK juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa dan kelurahan, pengelola kawasan pantai, TNI/Polri, serta unsur terkait lainnya. Monitoring harian akan ditingkatkan, terutama ketika angin dan gelombang laut menguat.

Menurutnya, penanganan sampah kiriman menjadi perhatian penting karena kawasan pesisir Badung merupakan ruang aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. “Targetnya sederhana, sampah kiriman secepat mungkin ditangani sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pariwisata di kawasan pesisir Badung,” katanya.

Baca juga:  Jaga Kesehatan dan Lingkungan, Pusat Siapkan Aturan dan Anggaran Tangani Sampah di Bali

Ia menegaskan, DLHK Badung tetap menjalankan pembersihan pantai secara rutin sepanjang tahun. Namun, intensitas kegiatan ditingkatkan saat musim Angin Barat karena risiko sampah kiriman cenderung meningkat. “Kami terus melakukan pemantauan dan siap menangani ketika sampah mulai muncul,” ucapnya seraya menambahkan upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir, mempertahankan kenyamanan wisatawan, serta mendukung pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Badung.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN