DLHK Kabupaten Badung l mengangkut dua truk sampah atau sekitar 4 ton dari kawasan Pantai Seminyak, Kecamatan Kuta. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai memengaruhi kelancaran lalu lintas di Bali. Namun, pelayanan pengangkutan sampah di Kabupaten Badung masih berjalan normal.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung memastikan armadanya tetap beroperasi dengan dukungan pasokan Pertamina Dex yang masih mencukupi.

Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi mengatakan, pasokan BBM untuk kendaraan operasional pengangkut sampah hingga Minggu (18/10/2026) masih tercukupi. Penggunaan Pertamina Dex membuat armada DLHK tetap menjalankan tugas tanpa terganggu langsung oleh kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.

Baca juga:  Potensi Angin Kencang di 1 Kabupaten, Cek Prakiraan Cuaca Bali Pada 5 Juni 2026

“Operasional kendaraan pengangkut sampah sampai saat ini masih normal. Meski terjadi kelangkaan BBM, mobil DLHK tetap tercover karena semuanya menggunakan Pertamina Dex,” ujar Made Rai Warastuthi, Minggu (18/10).

Menurutnya, ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran pelayanan kebersihan. Dengan pasokan yang masih terjamin, petugas DLHK Badung dapat melanjutkan pengangkutan sampah sesuai jadwal operasional.

Meski demikian, bukan berarti aktivitas armada di lapangan sepenuhnya bebas hambatan. DLHK Badung menghadapi kendala lalu lintas akibat antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang mengular hingga memakan badan jalan.

Baca juga:  Songsong Era Baru, Ini Situasi Objek Wisata di Badung

Kondisi tersebut berpotensi memperlambat perjalanan armada ketika melintasi ruas jalan yang terdampak antrean. Hambatan ini bukan disebabkan kekurangan BBM untuk kendaraan pengangkut sampah, melainkan situasi lalu lintas yang kurang lancar.

“Hanya saja, operasional di lapangan kadang terkendala karena kemacetan akibat antrean kendaraan yang memakan badan jalan,” jelasnya.

DLHK Badung tetap berupaya menjaga pelayanan pengangkutan sampah agar berjalan sebagaimana mestinya. Kepastian pasokan BBM bagi armada menjadi faktor pendukung agar penanganan sampah di wilayah Badung tidak ikut terganggu di tengah situasi kelangkaan bahan bakar.

Baca juga:  Dinilai Ancaman Serius bagi Pariwisata, Hipmi Badung Soroti Masalah Sampah dan Kemacetan

“Kendaraan kami tetap beroperasi secara normal. Dampaknya tidak berpengaruh langsung terhadap BBM untuk operasional. Ya, semoga kelangkaan BBM saat ini segera bisa teratasi,” katanya.

DLHK Badung berharap kondisi pasokan BBM segera kembali normal dan antrean kendaraan di SPBU dapat terurai. “Dengan begitu, aktivitas masyarakat dan pelayanan publik, termasuk pengangkutan sampah, dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala kemacetan,” ucapnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN