Penumpang mendorong troli berisi barang bawaan saat arus balik Lebaran di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (6/5/2022). (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com –  Kedatangan wisatawan domestik pascahari raya Lebaran mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan catatan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kedatangan domestik hingga 11 Mei 2022 mencapai 10.730 orang. Angka ini turun dari awal Mei lalu yang mencapai 18.594 orang.

Kondisi tersebut turut mempengaruhi tingkat hunian atau okupansi hotel yang saat perayaan libur Lebaran rata-rata di angka 60 persen. Hal ini lantaran liburan dan cuti bersama telah usai.

Baca juga:  Dari Patung Bung Karno Dipindah hingga Pohon Tumbang di Pura Tamba Waras

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, saat dikonfirmasi tak menampik perihal tersebut. “Memang pascalibur Lebaran tingkat okupansi hotel menurun drastis. Ini karena libur lebaran telah usai, bahkan terminal keberangkatan di Bandara Ngurah Rai cukup banyak,” ujarnya, Kamis (12/5).

Menurutnya, arus keberangkatan di Bandara Ngurah Rai hingga 11 Mei mencapai 14.288 orang atau lebih tinggi dari angka kedatangan 10.730 orang. Namun demikian, selama libur lebaran hingga puncak lebaran, tingkat hunian hotel di Badung cukup terdongkrak mencapai 60 persen.

Baca juga:  Sejumlah Atlet Bali Terancam Absen di Pra PON

“Ini dilihat dari jumlah rata-rata hunian yang ada selama ini. Kalau dilihat dari okupansi masing-masing hotel, baru berbeda-beda. Bahkan ada sampai 80 persen, ada juga yang di bawah. Tergantung promosi dan service masing-masing hotel,” jelasnya.

Terkait dengan menurunkan tingkat hunian hotel, Suryawijaya mengakui sampai saat ini hunian hotel turun menjadi 40 persen. Kendati demikian, pihaknya mengaku semua itu berpengaruh dari jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali.

Baca juga:  Kelulusan Diumumkan Besok, SKL Siswa SMA/SMK/SLB Diambil Via Online

“Kalau kita lihat sekarang, wisatawan domestik yang datang ke Bali pasti masih banyak. Hanya saja semua itu bukan untuk berlibur, melainkan orang yang akan pulang dari Lebaran kemarin,” terangnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN