
DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sanur, Denpasar. Jumlah penumpang pun mengalami penurunan hingga 10 persen.
Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Wilayah Kerja Sanur, Warsita, Sabtu (17/10) mengatakan, dampak mulai dirasakan sejak 4 hari terakhir. Selain mengganggu operasional kapal, kondisi ini turut memengaruhi jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang.
“Sejak empat hari terakhir, dampaknya mulai terasa. Penumpang dan kendaraan yang menyeberang mengalami penurunan karena masyarakat maupun pelaku perjalanan terkendala mendapatkan BBM,” ujarnya.
Jumlah penumpang, kata dia, saat ini rata-rata hanya 5.000 orang per hari. Pada hari-hari sebelumnya, jumlah penumpang mencapai 7.000 orang atau lebih per hari. Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan, termasuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan logistik dan sembako.
Diakuinya, banyak pemandu wisata yang tidak membawa tamunya ke pelabuhan karena antrean BBM.
Kendala BBM juga berdampak terhadap operasional armada penyeberangan. Sejumlah kapal mengalami keterlambatan keberangkatan karena kendala operasional. Bahkan, beberapa jadwal harus dijadwalkan ulang (reschedule), sementara sebagian lainnya terpaksa dibatalkan.
Dari sekitar 57 armada yang tersedia, tidak seluruhnya dapat beroperasi secara maksimal. Kapal yang sebelumnya mampu melayani dua kali proses penyeberangan, misalnya, kini hanya dapat melakukan satu kali perjalanan dalam kondisi tertentu.
Penyesuaian operasional juga dilakukan dengan mengandalkan lebih banyak kapal berukuran kecil, mengikuti kondisi jumlah penumpang yang sedang menurun. (Widiastuti/balipost)










