Gubernur Bali, Wayan Koster mengawal percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga Jumat (16/10) dini hari. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mengawal percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga Jumat (16/10) dini hari. Bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait, Gubernur Koster meninjau sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar untuk memastikan pelayanan berjalan optimal sekaligus menyerap keluhan masyarakat di tengah antrean panjang.

Dalam peninjauan yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WITA tersebut, Gubernur Koster meminta Pertamina menambah armada distribusi, mengoptimalkan pelayanan SPBU selama 24 jam, serta mempercepat penyaluran BBM, terutama di wilayah Denpasar dan Badung. Langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk mengurai antrean yang masih terjadi di sejumlah titik.

Peninjauan diawali sekitar pukul 22.00 WITA, Kamis (15/10), setelah Gubernur Koster menghadiri kegiatan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Gubernur langsung menuju Depo BBM Pesanggaran untuk mengevaluasi perkembangan distribusi bersama jajaran Pertamina.

Dalam perjalanan, Gubernur Koster sempat terjebak kemacetan akibat antrean kendaraan di Jalan Sesetan. Karena arus lalu lintas dari kedua arah tidak bergerak, Koster turun dari kendaraan dinas dan melanjutkan perjalanan dengan menumpang kendaraan warga agar segera tiba di depo.

Setibanya di Depo BBM Pesanggaran, Gubernur Koster bertemu Simon Aloysius Mantiri bersama jajaran Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga. Pertemuan membahas kondisi distribusi, kendala operasional, serta langkah percepatan untuk mengurai antrean di SPBU.

Gubernur Koster mengatakan, berdasarkan informasi Pertamina, stok BBM masih mencukupi. Karena itu, penanganan perlu difokuskan pada kelancaran distribusi dari depo ke SPBU dan optimalisasi pelayanan pengisian kepada konsumen.

Baca juga:  Mengoptimalkan Peran Desa Adat Atasi Pandemi

“Jika stok masih aman, berarti problem saat ini adalah pelayanan pengisian. Penyaluran menggunakan jeriken bagus itu, cepat mengurai antrean karena langsung menyasar konsumen. Tapi kalau jam segini sudah stop, seharusnya sama dilakukan 24 jam juga. Jumlahnya ditambah, siapkan angkutan khusus untuk distribusi, khususnya wilayah prioritas Denpasar dan Badung,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan rencana penambahan sedikitnya 20 kendaraan distribusi mulai Jumat (16/10). Armada tambahan itu di luar 115 kendaraan yang telah beroperasi. Penambahan tersebut diharapkan mempercepat pengiriman BBM ke SPBU, khususnya di Denpasar dan Badung yang mengalami antrean cukup panjang.

Gubernur Koster meminta penambahan armada segera direalisasikan tanpa menunggu antrean semakin panjang. “Kalau bisa mulai malam ini, jangan besok. Semakin cepat semakin baik,” pintanya.

Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan telah menyiapkan 3.000 jeriken untuk mendukung percepatan penyaluran BBM. Gubernur Koster meminta skema tersebut dioptimalkan dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan dan operasional. Opsi pembatasan volume pengisian bagi kendaraan roda dua dan roda empat turut dibahas sebagai salah satu alternatif pemerataan pelayanan.

Usai pertemuan, Gubernur Koster bersama Simon dan jajaran terkait meninjau sejumlah SPBU untuk melihat langsung kondisi pelayanan serta mendengarkan masukan dari pengelola dan masyarakat.

Lokasi pertama yang dikunjungi yakni SPBU di jalur Bypass Ngurah Rai, Pemogan. Di sana, Koster menyapa warga yang mengantre, berdialog dengan petugas SPBU, serta berkoordinasi dengan aparat TNI yang membantu pengaturan pelayanan.

Baca juga:  Terhantam Ombak, Nelayan Asal Kedonganan Hilang

Salah seorang pemilik SPBU, Wayan Ekayana, mengusulkan penggunaan kartu atau kupon BBM untuk mengatur pembelian. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian alokasi kepada konsumen sekaligus mempercepat pengisian dan mengurangi antrean kendaraan yang mengganggu arus lalu lintas.

Sekitar pukul 00.30 WITA, rombongan melanjutkan peninjauan ke SPBU lain di kawasan Pemogan. Pengawas SPBU, Wayan Adi Guna, mengatakan pihaknya telah menerapkan pelayanan 24 jam dengan membagi petugas ke dalam tiga sif.

Pasokan BBM ke SPBU tersebut juga meningkat. Jika dalam kondisi normal pengiriman Pertalite dan Pertamax masing-masing sebanyak 8 kiloliter, pasokan yang diterima saat ini mencapai total sekitar 30 kiloliter untuk kedua jenis BBM tersebut.

Peninjauan berlanjut ke SPBU di kawasan Hayam Wuruk. Di lokasi ini, Gubernur Koster menerima keluhan masyarakat mengenai dugaan praktik penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar oleh oknum yang memanfaatkan situasi antrean.

Seorang warga meminta aparat menindak tegas praktik tersebut. “Tindak saja dengan tegas oknum-oknum seperti itu, Pak Gubernur. Mohon bantuannya kepada aparat yang terkait,” ujarnya.

Selain persoalan harga BBM eceran, masyarakat mengeluhkan minimnya informasi mengenai jam operasional SPBU. Sejumlah warga mengaku telah mengantre cukup lama, tetapi tidak mendapatkan BBM karena SPBU berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Baca juga:  Kabar Buruk!! Bali Laporkan Tambahan Pasien COVID-19 Meninggal

Keluhan tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi pelayanan. Kepastian jam operasional dan informasi kepada konsumen dinilai penting agar masyarakat tidak menghabiskan waktu mengantre tanpa memperoleh BBM.

Sekitar pukul 01.30 Wita, Gubernur Koster melanjutkan peninjauan ke SPBU Renon. Di lokasi tersebut, warga menyampaikan keluhan mengenai sulitnya mendapatkan BBM jenis solar. Koster juga berdialog dengan masyarakat yang masih mengantre dan mendengarkan harapan agar distribusi segera kembali normal.

Gubernur Koster mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurut dia, pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kehabisan BBM justru berpotensi memperpanjang antrean dan menyulitkan konsumen lain yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau panik membeli, seberapa pun disuplai akan terus terasa kekurangan. Normalnya beli dua atau tiga hari sekali, sekarang tiap kurang sedikit langsung beli. Kan menambah antrean jadinya, yang benar-benar membutuhkan ikut kena imbas. Saya jamin ketersediaan stok aman, sesuai informasi dari pihak Pertamina,” tegasnya.

Ia menekankan, percepatan distribusi harus diikuti kepastian pelayanan di SPBU agar BBM dapat diakses masyarakat secara merata. Di sisi lain, masyarakat diminta mendukung upaya tersebut dengan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Sekitar pukul 02.00 Wita, Gubernur Koster dan rombongan kembali menuju Depo BBM Pesanggaran untuk melanjutkan evaluasi bersama Pertamina. Berbagai temuan selama peninjauan, mulai dari kebutuhan penambahan armada, pengaturan jam operasional, hingga keluhan masyarakat, menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah tindak lanjut. (kmb/balipost)

BAGIKAN