
SINGASANA, BALIPOST.com – Pemasangan patung yang menjadi salah satu elemen utama penataan kawasan Jalan Gajah Mada, Tabanan, ditargetkan berlangsung November 2026. Saat ini, pengerjaan patung tersebut telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menjalani pengecatan akhir.
Sementara itu, progress fisik penataan kawasan hingga pertengahan Oktober telah mencapai 61,9 persen atau melampaui target rencana sebesar 61,1 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan penyelesaian patung terus dipersiapkan agar dapat dipasang sesuai jadwal. Selain patung, pekerjaan penataan kawasan saat ini masih berfokus pada pemasangan paving dan persiapan rangka videotron.
“Pengerjaan patung sudah hampir selesai. Tinggal penyempurnaan pada bagian pengecatan sebelum nantinya dipasang di kawasan Jalan Gajah Mada,” ujar Partana, belum lama ini.
Menurutnya, pemasangan paving masih berlangsung di salah satu sisi kawasan, tepatnya di sebelah Kantor PLN Tabanan. Setelah pekerjaan tersebut tuntas, pelaksanaan proyek akan dilanjutkan dengan pemasangan videotron sebagai salah satu elemen pendukung penataan kawasan.
Partana menjelaskan, capaian fisik proyek yang mencapai 61,9 persen menunjukkan progres pekerjaan berada 0,8 persen di atas target yang telah direncanakan. Kondisi ini menjadi modal positif untuk melanjutkan pengerjaan sesuai tahapan yang ditetapkan.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan masih perlu dituntaskan agar penataan kawasan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Pihaknya terus mengoptimalkan pengerjaan di lapangan, terutama pada bagian paving serta persiapan pemasangan berbagai elemen pelengkap. “Kami berupaya menjaga agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Pekerjaan yang masih berlangsung terus dikebut dengan harapan tidak ada kendala berarti hingga proyek selesai,” katanya.
Penataan kawasan Jalan Gajah Mada diharapkan dapat menghadirkan lingkungan jalan yang lebih tertata dan menarik. (Puspawati/balipost)









