
DENPASAR, BALIPOST.com – Polda Bali mengamankan lima orang yang diduga menimbun bahan bakar minyak (BBM) untuk dijual kembali secara eceran menggunakan botol. Pengungkapan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di tengah antrean panjang BBM yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.
Penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mengawasi distribusi agar berjalan sesuai ketentuan. Selain melakukan penegakan hukum, Polda Bali juga memperkuat pengamanan distribusi untuk membantu mempercepat penyaluran BBM dan mengurai antrean di SPBU.
Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Koster dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10). Pertemuan ini merupakan kunjungan perdana Pasma Royce kepada Gubernur Koster sejak menjabat sebagai Kapolda Bali.
Dalam pertemuan itu, Pasma menyatakan kesiapan jajarannya mendukung langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat distribusi BBM dan memperlancar pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengawal truk tangki Pertamina dari Depot Manggis menuju wilayah distribusi.
Selain pengawalan kendaraan pengangkut BBM, personel kepolisian disiagakan di lapangan untuk membantu menjaga kelancaran pelayanan di SPBU. Kehadiran aparat juga diharapkan dapat menjaga ketertiban masyarakat yang mengantre serta memastikan mobilitas kendaraan pengangkut BBM tidak terhambat.
Polda Bali siap mengerahkan personel hingga kondisi antrean kembali normal. Kapolda juga menawarkan sejumlah alternatif penanganan antrean, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap. Namun, opsi tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan percepatan distribusi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Bali. Ia sebelumnya telah meminta Pertamina mempercepat pasokan ke SPBU, termasuk mengupayakan pengiriman sedikitnya empat truk tangki ke setiap SPBU agar ketersediaan stok dapat segera dipulihkan.
Dengan percepatan pasokan tersebut, waktu tunggu pengisian ulang stok BBM diharapkan semakin singkat. SPBU pun diharapkan dapat memberikan pelayanan lebih lama sehingga antrean kendaraan berangsur terurai.
Koster mengungkapkan kebutuhan BBM di wilayah Denpasar dan Badung mencapai sekitar satu juta liter per hari. Tingginya permintaan tersebut turut dipengaruhi masyarakat yang kembali melakukan pengisian BBM setelah sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh pasokan.
Koster berharap antrean mulai berkurang pada Kamis (15/10). Namun, berdasarkan pemantauannya di sejumlah SPBU, masih terdapat lokasi yang belum mampu memberikan pelayanan secara optimal.
Karena itu, koordinasi antara Pemprov Bali, Pertamina, dan Polda Bali terus diperlukan untuk mempercepat pemulihan distribusi sekaligus memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Di luar penanganan antrean BBM, pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.
Pasma Royce menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Ia juga memohon dukungan Gubernur Koster dalam menjalankan tugas kepolisian di Bali.
Koster menyambut baik koordinasi tersebut. Menurutnya, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan dukungan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Sejumlah persoalan yang turut menjadi perhatian di antaranya pelanggaran lalu lintas oleh wisatawan serta peredaran narkotika.
Koster berharap kerja sama Pemprov Bali dan Polda Bali terus diperkuat, baik dalam penanganan distribusi BBM maupun menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Bali. (Ketut Winata/balipost)










