Tim BPBD dan Warga Evakuasi Hiu Paus Tutul di Pantai Seririt. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Buleleng bersama masyarakat melakukan penanganan dan evakuasi hiu paus tutul yang terdampar di Pantai Seririt, Kecamatan Seririt, Buleleng, Kamis (15/10). Setelah dilakukan penanganan selama hampir tiga jam, hiu paus tersebut untuk sementara telah berada di laut, sekitar 100 meter dari daratan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan penanganan dilakukan oleh TRC PB Regu III bersama unsur terkait dan masyarakat setempat. Tim bergerak untuk menangani kejadian tersebut setelah menerima informasi mengenai hiu paus tutul yang terdampar di kawasan pantai.

Baca juga:  Pemerintah Patok Maksimal Rp19 Ribu, Gas Melon Dijual hingga Rp25.000 di Denpasar

“Tim TRC BPBD Buleleng bersama masyarakat dan unsur terkait telah melakukan penanganan terhadap hiu paus tutul yang terdampar di Pantai Seririt. Dari hasil penanganan sementara, hiu paus tersebut sudah berada di laut, dengan jarak kurang lebih 100 meter dari daratan,” ujarnya.

Proses penanganan dimulai sekitar pukul 11.40 Wita dan berakhir pada pukul 14.30 Wita. Sejumlah unsur turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kabid Kedaruratan dan Logistik, Analis Kebencanaan, Lurah Seririt, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas penyuluh lapangan (PPL) Dinas Perikanan, serta masyarakat sekitar.

Baca juga:  Ribuan Warga di Jembrana Belum Ber-KTP Elektronik

Menurut Suyasa, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan tersebut menjadi bagian penting dalam merespons kejadian di lapangan. Selain melakukan upaya evakuasi, kondisi hiu paus setelah kembali berada di laut juga perlu menjadi perhatian.

“Penanganan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dan instansi terkait. Kami berharap kondisi hiu paus tersebut dapat terus dipantau, mengingat saat ini satwa tersebut baru dilaporkan berada sekitar 100 meter dari daratan,” imbuhnya.

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 17 September 2025, Cek Lokasinya

Hingga penanganan selesai, penyebab terdamparnya hiu paus tutul tersebut belum diketahui. “Kita belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya, apakah mencari makan atau gimana,” tutup Suyasa. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN