Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Denpasar hingga Kamis (15/10). Terkait hal itu, Pemkot Denpasar mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan stok BBM untuk kendaraan kegawatdaruratan dan pelayanan publik, terutama ambulans, mobil pemadam kebakaran (damkar), hingga truk pengangkut sampah.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan di tengah antrean pembelian BBM yang terjadi.

Dikatakannya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara telah menugaskan staf terkait sejak malam sebelumnya untuk mengecek kondisi stok BBM, khususnya bagi kendaraan yang menunjang pelayanan masyarakat.

Baca juga:  Dalami Senpi Digunakan Mantan Kepala BPN Bunuh Diri, Ini Dugaan Kapolresta

“Sudah kita lakukan pendataan ambulans-ambulans kita yang melayani kegawatdaruratan di Denpasar. Jaminan keamanan stoknya itu harus dijaga,” ujarnya

Selain ambulans, Pemkot Denpasar juga memberikan perhatian ketersediaan BBM untuk armada pemadam kebakaran. Hal ini penting agar petugas tetap dapat bergerak cepat ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. “Jangan sampai gara-gara kehabisan BBM, kita tidak bisa melayani kegawatdaruratan atau bencana yang ada di Kota Denpasar,” tegasnya.

Baca juga:  Bupati Badung Intensifkan Pengawasan Sampah Sektor Horeka di Kawasan Pantai Legian

Pemkot Denpasar juga mengantisipasi kebutuhan BBM untuk truk-truk pengangkut sampah. Ketersediaan bahan bakar armada tersebut dinilai penting untuk menjaga pelayanan kebersihan dan pengangkutan sampah di Kota Denpasar tetap berlangsung.

Di sisi lain, Pemkot Denpasar juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 15–17 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekda Kota Denpasar.

Penerapan WFH juga disertai kebijakan pembelajaran daring bagi siswa SD dan SMP di Kota Denpasar. Arya Wibawa menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan konsumsi BBM di tengah kondisi antrean di SPBU.

Baca juga:  Teba Modern Dinilai Solusi Jangka Pendek, Sampah Diprediksi Menumpuk Hingga Dibuang ke Sungai

“Artinya, dengan kebijakan belajar daring, kemudian work from home untuk teman-teman ASN, bisa mengurangi penggunaan BBM yang ada di Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia berharap, pengurangan mobilitas tersebut dapat membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU, sekaligus mendukung upaya penanganan persoalan pasokan BBM yang sedang berlangsung. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN