Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkutat di zona merah pada rentang 5.841-6.213. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/10) sore, ditutup menguat seiring aksi bargain hunting (aksi beli saham-saham murah) yang dilakukan oleh investor setelah pasar menyentuh level terendahnya selama tiga bulan terakhir.

IHSG ditutup menguat 17,04 poin atau 0,29 persen ke posisi 5.943,02. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,40 poin atau 0,92 persen ke posisi 594,59.

“IHSG menguat setelah melemah selama dua sesi sebelumnya. Aksi beli pada saham-saham yang dinilai murah (bargain hunting) muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus atau Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar mencermati sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) sambil menantikan rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS).

Baca juga:  Transformasi BRI, Dorong Pertumbuhan Kinerja Sehat dan Berkelanjutan

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengindikasikan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan pada tahun ini, namun pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut kemungkinan tidak diperlukan pada 2027.

Sementara itu, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,0 persen, yang didukung oleh upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong belanja pemerintah.

Pada hari ini, pelaku pasar fokus menantikan rilisnya data inflasi AS yang diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen year on year (yoy) menjadi 3,6 persen (yoy). Sementara inflasi inti diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen menjadi 3,6 persen (yoy).

Baca juga:  Pemerintah Diminta Fasilitasi Kepulangan TKI Nonprosedural

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,76 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,78 persen dan 0,41 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 0,72 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 0,59 persen dan 0,19 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRON, SONA, BLTZ, BIKE dan PTSP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOSS, PCAR, SBMA, VKTR dan ALKA.

Baca juga:  Koster Kejar APBN untuk Pembangunan Infrastruktur, Termasuk Rencana Kereta Api

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,47 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,05 miliar lembar saham senilai Rp11,22 triliun. Sebanyak 291 saham naik, 342 saham menurun, dan 330 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 0,10 persen ke 67.848,00, indeks Kospi melemah 0,44 persen ke 6.008,81, indeks Shanghai melemah 0,89 persen ke 3.767,13, indeks Hang Seng melemah 0,13 persen ke posisi 24.314,17, dan indeks Straits Times melemah 0,13 persen ke posisi 5.423,33. (kmb/balipost)

BAGIKAN