Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) resmi ditutup di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (11/10). (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) resmi ditutup di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (11/10) oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.

Mahasabha yang diikuti PHDI Provinsi dan Kabupaten/kota se-Indonesia tersebut menetapkan Letjen I Nyoman Cantiasa sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Periode 2026-2031.

Cantiasa terpilih melalui proses pemungutan suara yang berlangsung Sabtu (10/10), mengungguli rivalnya, Dr. A.A.G.N. Ari Dwipayana.

Berdasarkan rekapitulasi hasil akhir, Cantiasa meraup total 186 suara, sedangkan Ari Dwipayana memperoleh 103 suara.

Keunggulan mutlak selisih 83 suara tersebut mengantarkan mantan Pangkogabwilhan III ini sebagai nakhoda baru eksekutif PHDI Pusat untuk lima tahun mendatang.

Baca juga:  RRT dan PHDI Bali Akan Bangun Pura di Tiongkok

Dikutip dari rilis panitia Mahasabha, dalam sambutan saat penutupan, Wamen Agama, Muhammad Syafi’i berharap kepemimpinan PHDI yang baru dapat menjalankan amanah dengan semangat pengabdian yang tinggi kepada umat Hindu.

“Saya berharap pemimpin yang baru terpilih punya semangat tinggi dalam melayani umat, jangan berhenti sampai pemilihan saja,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa terpilihnya kepemimpinan baru bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan, program, dan kontribusi nyata bagi umat Hindu.

Sementara itu, Ketua panitia Mahasabha XIII sekaligus Ketua Pengurus Harian PHDI terpilih, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Mahasabha XIII berlangsung lancar dan aman sesuai dengan rencana.

Baca juga:  Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Kode Etik Putusan Batas Usia, MKMK Dibentuk

Dalam kesempatan tersebut, Cantiasa juga memaparkan visi yang akan diusung dalam kepemimpinannya, yakni “Mewujudkan PHDI menjadi rumah besar umat Hindu Nusantara dalam menjalankan dharma agama dan dharma negara menuju Indonesia Raya” jelasnya.

Visi tersebut menjadi arah kepemimpinan PHDI ke depan dalam menjalankan peran organisasi sebagai wadah pemersatu umat Hindu sekaligus mendorong pelaksanaan dharma agama dan dharma negara.

Selain menetapkan kepemimpinan Pengurus Harian PHDI, Mahasabha XIII juga menetapkan susunan kepemimpinan majelis PHDI.

Kolonel Inf. (Purn.) I Nengah Dana, S.Ag., terpilih sebagai Sabha Walaka, sedangkan Dharma Adyaksa dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita.

Baca juga:  Presiden Diundang Hadiri Dharmasanti Nyepi di Bali

Mahasabha XIII PHDI tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Melalui Dharma Agama Dharma Negara Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pengamalan ajaran agama dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Mahasabha XIII digelar pada 10–11 Oktober 2026. Forum ini menjadi ruang bagi para peserta untuk membahas arah organisasi sekaligus mengambil keputusan penting terkait kepemimpinan dan perjalanan PHDI ke depan. Hadir dalam acara penutupan Mahasabha XIII PHDI Wakil Menteri Agama, Dirjen Bimas Hindu, PHDI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, dan organisasi keagaman Hindu hingga lintas iman. (kmb/balipost)

BAGIKAN