
MANGUPURA, BALIPOST.com – Antrean panjang kendaraan di terlihat di SPBU wilayah Denpasar dan Badung. Bahkan antrean mengular hingga menyebabkan kemacetan.
Hasil monitoring aparat kepolisian di lapangan, kondisi tersebut diduga sebabkan belum nyandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, informasinya terjadi pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (8/10) menyampaikan personel Polsek Kuta Selatan (Kutsel) melaksanakan monitoring ketersediaan stok BBM di sejumlah SPBU, Rabu (7/10). “Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bervariasi. Beberapa SPBU masih memiliki stok pertalite, pertamax, pertamina dex, maupun bio solar.
Ada juga sejumlah SPBU yang stok beberapa jenis BBM-nya kosong. Bahkan satu SPBU di wilayah Jimbaran sampai tidak beroperasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan secara berkala.
“Informasi dari pengelola SPBU, keterlambatan pasokan antara lain dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, pasokan ke wilayah Kuta Selatan yang berasal dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU,” tegas Iptu Adi.
Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi.
Sedangkan Kapolsek Kutsel Kompol Muhammad Said Husen mengatakan, monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan.
Polsek Kuta Selatan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi BBM guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat. (Kerta Negara/balipost)










