Kebakaran hutan di Kintamani Selasa (6/10). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kebakaran melanda kawasan Hutan Konservasi di Blok Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani, Selasa (6/10). Peristiwa yang terjadi pukul 11.20 WITA tersebut menghanguskan lahan semak belukar dan dedaunan kering seluas kurang lebih 6 hektare.

Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan dan warga berjibaku selama hampir empat jam di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga setempat sekitar pukul 11.20 WITA. Kobaran api terlihat muncul di pinggir jalan kawasan hutan konservasi.

Saksi mata di lokasi bersama warga sekitar sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin kencang dan cuaca panas membuat api cepat membesar serta merambat ke areal sekitar.

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Donor Darah di Denpasar dan Sekitarnya 12 Juli hingga 18 Juli 2026

Kapolsek Kintamani, Kompol Dwi Puja Rimbawa, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran dipicu oleh gesekan dahan kering akibat cuaca terik dan angin kencang.

“Dugaan awal penyebab kebakaran dikarenakan gesekan dahan kering akibat kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang di kawasan hutan yang berupa semak belukar dan dedaunan kering sehingga mudah terbakar,” ujarnya.

Upaya penanganan dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, BKSDA, dan KPHK bersama warga sejak sekitar pukul 11.35 WITA menggunakan peralatan yang tersedia. Sekitar pukul 13.00 WITA, 1 unit kendaraan Damkar Kabupaten Bangli tiba di lokasi dan langsung melaksanakan upaya pemadaman terhadap titik api.

Baca juga:  60 Hektare Lahan di Kawasan Gunung Bromo Terbakar

“Pukul 14.10 Wita, persediaan air pada kendaraan Damkar habis, sehingga dilakukan koordinasi untuk mendapatkan suplai air berikutnya,” ungkap Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakan, dalam proses pemadaman api sempat merambat dan mendekati area perkebunan milik warga. Untuk mempermudah dan mempercepat upaya pemadaman, masyarakat memberikan akses sumber air yang terdapat di area perkebunan warga untuk digunakan oleh personel gabungan dalam melakukan pemadaman dan penyekatan api.

Baca juga:  Kebakaran Hutan di Gunung Semeru, 170 Pendaki Dievakuasi

Sekitar pukul 16.00 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh personel gabungan bersama masyarakat setempat. Setelah api padam, petugas selanjutnya melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN