
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait usulan pembangunan SMPN baru, Pemerintah Kota Denpasar tengah menjajaki kemungkinan lahan yang bisa digunakan. Lahan diutamakan pada wilayah yang masih menjadi blank spot layanan pendidikan jenjang SMP. Seperti di kawasan Denpasar Barat bagian selatan.
Salah satu opsi lokasi yang dilirik yakni lahan eks Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Bali di Pemecutan Kelod.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (6/10) mengatakan, usulan pembangunan SMPN baru hampir dilakukan seluruh fraksi untuk menjawab kebutuhan pendidikan di sejumlah kawasan. “Di visi misi kami jelas menargetkan membangun tiga SMP negeri baru. Kami sudah mampu mencapai empat pembangunan SMP negeri baru. Dengan tuntutan yang cukup banyak ini kaitan dengan pengadaan SMP negeri baru lagi, kami akan coba pelajari,” ujarnya.
Dikatakan, berdasarkan pemetaan sementara, kawasan Denpasar Barat di sisi selatan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. Kawasan tersebut dinilai masih memiliki titik yang cukup jauh dari jangkauan sejumlah SMPN yang ada.
Arya Wibawa mencontohkan, sebelumnya kawasan Penatih menjadi salah satu wilayah yang mengalami blank spot. Namun, kondisi tersebut mulai teratasi setelah Pemkot Denpasar membangun SMPN 17. Dengan adanya sekolah tersebut, siswa di kawasan sekitar Penatih kini dapat tertampung lebih dekat.
Sementara itu, di kawasan Denpasar Barat bagian selatan, tepatnya di wilayah Pemecutan Kelod masih terdapat wilayah yang siswanya harus menempuh jarak cukup jauh menuju sejumlah SMPN. Di antaranya menuju SMPN 13 di Padang Sambian, SMPN 7 dan SMPN 2 di kawasan Pemecutan Kelod, SMPN 6, hingga SMPN 11 yang berada di kawasan Serangan.
Atas kondisi tersebut, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang dipertimbangkan apabila Pemkot Denpasar merancang pembangunan SMPN baru. Namun, persoalan lahan masih menjadi bagian yang harus diselesaikan.
Pemkot Denpasar kini melakukan penjajakan dengan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satu lahan yang menjadi perhatian adalah lahan eks BLK yang berada di kawasan tersebut. Di lokasi itu saat ini telah terdapat SMA baru dan SMK, sementara lahan yang tersedia disebut masih cukup luas. “Saya sudah sempat komunikasi dengan Pak Gubernur, bagaimana juga kalau kawasan itu kita jadikan kawasan pendidikan yang ada SMP-nya, ada SMA-nya,” ujarnya.
Menurut Arya Wibawa, apabila penjajakan tersebut dapat terealisasi, kawasan itu berpotensi menjadi kawasan pendidikan yang sekaligus mendekatkan akses siswa dari sejumlah wilayah di bagian selatan Denpasar Barat.
Ia menyebut perkembangan kawasan Pemecutan Kelod, Padang Sambian Kelod hingga Pemogan menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kebutuhan tersebut. Dengan adanya SMPN baru di lokasi yang tepat, siswa dari kawasan tersebut dapat tertampung di wilayah yang lebih dekat.
Meski demikian, Arya Wibawa menegaskan penjajakan pemanfaatan lahan tersebut masih berlangsung. Pemkot Denpasar masih melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait kemungkinan pemanfaatannya. “Kami sampai saat ini masih tetap optimis dengan Pak Gubernur, karena komitmen beliau untuk Kota Denpasar cukup baik,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah aset Pemerintah Provinsi Bali yang berada di Kota Denpasar selama ini juga telah dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat melalui kerja sama dengan Pemkot Denpasar. Di antaranya untuk pembangunan TPS 3R maupun kebutuhan ruang publik.“Kami optimis, kami butuh waktu untuk komunikasi,” pungkasnya. (Widiastuti/balipost)










