
JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pos komando (Posko) tanggap darurat didirikan untuk mempercepat respons penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin (5/10) mengatakan bahwa posko tanggap darurat itu didirikan dan di bawah koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Merespons kondisi darurat, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando. BNPB juga terus memantau penanganan pascagempa bumi M6,1 yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.
Berton memaparkan bahwa berdasarkan data pemutakhiran BNPB per Senin (5/10) pukul 00.15 WIB, total kerusakan pemukiman warga di Kabupaten Sumba Barat Daya meningkat menjadi 95 unit rumah.
Adapun rinciannya meliputi satu unit rumah rusak berat, 12 unit rumah rusak sedang, dan 82 unit rumah rusak ringan.
Selain fasilitas hunian, kata dia, guncangan gempa merusak belasan sarana umum di Sumba Barat Daya, mencakup lima unit tempat ibadah, empat unit fasilitas pendidikan (satu rusak sedang, tiga rusak ringan), 10 unit fasilitas kesehatan, serta tiga unit rumah dinas.
Dia menambahkan dampak gempa bumi juga tercatat di wilayah Kabupaten Sumba Barat, yakni sebanyak tiga unit rumah dinas dan dua bangunan kantor koperasi yang mengalami rusak ringan. Selain itu, satu orang warga mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan telah mendapatkan perawatan rawat jalan.
“BNPB memastikan BPBD di kedua kabupaten terus bersiaga dan melakukan verifikasi lanjutan di lapangan guna memastikan distribusi bantuan dan penanganan teknis berjalan optimal bagi warga terdampak,” katanya. (kmb/balipost)










