Evakuasi jasad korban tenggelam di Selat Bali yang ditemukan pada pencarian hari kelima, Jumat (2/10) sore. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pencarian korban tenggelam yang diduga terjatuh dari KMP Cemerlang 55, membuahkan hasil, Jumat (2/10). Setelah selama lima hari tim SAR Gabungan, akhirnya menemukan Riski Firmansyah (23), penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan terjatuh ke perairan Selat Bali, dalam kondisi meninggal dunia.

Pemuda asal Dusun Genuk Watu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini sebelumnya dinyatakan hilang saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada Minggu (27/9) lalu. Jasadnya ditemukan mengapung oleh tim penyelamat sekitar pukul 15.10 WITA di kawasan utara lampu navigasi (lampu merah) Selat Bali.

Baca juga:  Pergerakan Sektor Penerbangan Meningkat, Ribuan Orang Datang dari Luar Negeri Per Hari

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, mengonfirmasi penemuan tersebut. Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menuju Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Begitu dievakuasi ke posko, pihak keluarga langsung melakukan pengecekan fisik. Hasilnya dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah benar Riski Firmansyah yang sempat hilang saat penyeberangan,” ungkap AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.

Operasi SAR pada hari kelima Jumat (2/10) diintensifkan sejak pagi. Pencarian melibatkan personel lintas instansi, mulai dari Sat Polairud Polres Jembrana, Ditpolairud Polda Bali, Batalyon C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Pos Gilimanuk, hingga Basarnas Pos Jembrana.

Baca juga:  Pergerakan di Bandara Ngurah Rai Akhir Tahun Mencapai 1 Juta Penumpang

Sejumlah armada laut pencarian dikerahkan di antaranya kapal KP XI-1025 milik Sat Polairud, RIB 01 Basarnas, serta Sea Rider TNI AL. Tim menyisir area yang cukup luas, mencakup alur pelayaran utama Ketapang-Gilimanuk, perairan Prapat Agung, Pasir Putih, Segara Rupek, Cekik, Sumur Kembar, dan kawasan Kelatakan.

Kasat Polairud Polres Jembrana, IPTU I Gede Ketut Suasnawa mengatakan operasi ini sangat mengandalkan koordinasi pembagian sektor perairan. “Selama lima hari operasi, seluruh unsur SAR terpadu bekerja keras menyisir perairan dengan terus memperhatikan dinamika cuaca di lapangan.” ujarnya.

Baca juga:  Pascabanjir di By Pass Ngurah Rai Jimbaran, Sampah Penuhi Permukaan Sungai

Setelah proses administrasi awal selesai, jenazah korban langsung diberangkatkan menuju RSU Negara pada pukul 16.45 WITA menggunakan ambulans Sie Dokkes Polres Jembrana.

Setelah ditemukannya korban, operasi pencarian gabungan di Selat Bali resmi ditutup melalui apel konsolidasi pada pukul 17.00 WITA. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN