Salah satu kegiatan donor darah yang dilaksanakan PMI Kabupaten Gianyar. (BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai bentuk yadnya atau pengorbanan tulus demi kemanusiaan. Selain membantu pasien yang membutuhkan transfusi, donor darah secara sukarela merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang membawa dampak positif bagi kesehatan pendonor.

Ajakan ini disampaikan menyusul tingginya kebutuhan darah di Kabupaten Gianyar yang mencapai sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong setiap bulannya. Kebutuhan yang fluktuatif untuk menunjang tindakan medis dan pelayanan kesehatan tersebut menuntut ketersediaan stok darah yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Gianyar, Ni Made Ratnadi, Jumat (2/10) menyampaikan bahwa pihaknya terus menggiatkan penggalangan donor darah secara rutin setiap bulan. Langkah ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari generasi muda, masyarakat umum, perusahaan, hingga instansi pemerintahan di seluruh wilayah Gianyar.

Baca juga:  Muskerkab PMI Godok Program Kerja 2018

“Donor darah sebaiknya dilakukan secara rutin. Dengan mendonorkan darah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membentuk sel-sel darah baru,” ujar Ratnadi.

Ratnadi menjelaskan, donor darah secara berkala—umumnya setiap tiga bulan sekali—merupakan kebiasaan positif yang perlu ditumbuhkan. Meski demikian, pelaksanaannya tetap wajib memperhatikan kondisi kesehatan pendonor melalui pemeriksaan medis oleh petugas sebelum dinyatakan memenuhi syarat.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan darah tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan insidental atau menunggu permintaan mendesak. Karena itu, PMI Gianyar melalui Unit Transfusi Darah (UTD) dan jajaran markas menerapkan strategi jemput bola untuk mempermudah masyarakat mengakses lokasi donor darah.

Baca juga:  Galungan Tiba! Simak Makna dan Aktivitas Umat Hindu saat Hari Suci Ini

“Kebutuhan darah ini harus selalu tersedia karena sangat diperlukan oleh pasien yang menjalani pengobatan maupun tindakan medis. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Dalam memperluas jangkauan pendonor, PMI Gianyar mendorong keterlibatan generasi muda agar budaya sukarela dan kepedulian sosial dapat tertanam sejak dini. Keterlibatan lingkungan kerja di perusahaan dan instansi pemerintah juga dinilai strategis dalam membangun solidaritas antarsesama.

Saat ini, pelayanan PMI Gianyar didukung oleh 23 personel Unit Transfusi Darah dan 14 personel markas yang siap mengawal kesinambungan pelayanan transfusi.

Baca juga:  Penelantaran Belasan PMI Asal Buleleng di Turki, Dua Terdakwa Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Mengenai stok darah, Ratnadi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gianyar ini mengungkapkan bahwa seluruh golongan darah sangat dibutuhkan, namun ketersediaan golongan darah O masih menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan perhatian ekstra.

Ia berharap masyarakat tidak memandang donor darah sebagai kegiatan sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan yang dapat dimaknai sebagai yadnya pengorbanan tulus untuk membantu kehidupan sesama tanpa mengharapkan imbalan.

“Jangan menunggu ada keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan darah baru kita tergerak untuk donor. Dengan donor darah rutin, kita bisa membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan setiap saat,” tutup Ratnadi. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN