Pengendara melintas di deretan mobil yang parkir di Central Parkir, Kuta, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi kawasan pariwisata Kuta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sendiri berupaya menyiapkan kantong parkir untuk mengurangi kendaraan yang selama ini menggunakan badan jalan sebagai area parkir.

Pemkab Badung menargetkan kantong parkir tersebut rampung pada akhir Desember 2026. Jika sesuai rencana, fasilitas ini dapat langsung dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan saat momentum perayaan Tahun Baru 2027.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, penataan kantong parkir menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi kawasan Kuta secara lebih menyeluruh. Selain mengurai kepadatan kendaraan, langkah tersebut diarahkan untuk memperindah wajah kawasan wisata yang menjadi salah satu pusat aktivitas pariwisata di Badung.

Menurutnya, penataan Kuta tidak cukup hanya dengan membangun pedestrian. Pemerintah juga perlu menyiapkan fasilitas parkir agar kendaraan tidak berhenti dan parkir di sepanjang ruas jalan yang berpotensi mempersempit ruang lalu lintas.

Baca juga:  Akhir Tahun, Terminal Negara Dipindah ke Baluk

“Tidak cukup kita hanya membangun pedestrian, tapi kan juga ada satu bottleneck di sana, di sepanjang jalan itu malah dijadikan tempat parkir. Seiring dengan kita sedang akan membangun moda transportasi publik juga di Kuta. Kita menyiapkan kantong parkir dan salah satunya di eks Bali Anggrek itu. Agar bisa, malam tahun baru ini sudah bisa dimanfaatkan untuk parkir,” terang Adi Arnawa saat ditemui usai rapat paripurna, Jumat (18/9).

Kantong parkir di eks Bali Anggrek menjadi salah satu lokasi yang disiapkan Pemkab Badung. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penataan lalu lintas sekaligus mengurangi penggunaan badan jalan untuk parkir, terutama ketika kunjungan wisatawan meningkat.

Baca juga:  Satpam Pengadilan Terlibat Jaringan Napi Narkoba

“Rencana ini juga berkaitan dengan pengembangan moda transportasi publik di kawasan Kuta. Kami menyiapkan infrastruktur pendukung agar pergerakan wisatawan dan masyarakat dapat berlangsung lebih tertata,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkab Badung juga mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Badung Utara. Pemerintah ingin membangun konektivitas terlebih dahulu sebagai fondasi untuk mendukung potensi destinasi wisata baru di kawasan tersebut.

Adi Arnawa menyebut pembangunan infrastruktur tidak harus selalu menunggu sebuah destinasi berkembang. Menurutnya, akses yang memadai perlu dipersiapkan sejak awal sehingga ketika potensi pariwisata muncul, pemerintah sudah memiliki infrastruktur yang mendukung.

“Kadang-kadang kita membangun destinasi terlebih dahulu tapi aksesnya belakangan. Ini agak susah nanti. Maka kita mencoba membangun dulu infrastruktur ini, konektivitas kita bangun, masalah nanti ada potensi destinasi atau gimana nanti itu masalah kedua,” jelasnya.

Baca juga:  Jangan PHK Karyawan

Dikatakan, penataan Kuta dan pembangunan konektivitas Badung Utara menjadi bagian dari strategi Pemkab Badung dalam menyiapkan infrastruktur yang selaras dengan perkembangan pariwisata. Di Kuta, pemerintah fokus mengurai persoalan parkir dan kemacetan, sementara di Badung Utara pembangunan akses diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan kawasan sesuai karakter masing-masing daerah.

“Kalau itu memang ternyata memberikan potensi untuk menjadi satu destinasi yang baru, tentu kita akan support sesuai dengan karakteristik daerahnya. Tidak serta-merta pariwisata yang ada di selatan saya akan bawa ke utara,” katanya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN