Tim berhasil mengevakuasi ular dari rumah warga di Desa Batuaji. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Seekor king kobra atau selan bukit sepanjang 3,46 meter ditemukan bersembunyi di bawah dipan rumah warga di Banjar Penulisan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Senin (28/9). Ular jantan tersebut ternyata telah berada di dalam kamar selama dua hari sebelum keberadaannya diketahui penghuni rumah dan di evakuasi Yayasan Reptil Asih Tabanan.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan, pemilik rumah sempat mendengar suara dari bawah dipan selama beberapa waktu. Pemilik baru mengetahui sumber suara tersebut setelah mengecek dan melihat adanya ular berukuran besar.

Baca juga:  Kabupaten Gianyar Raih Peringkat I Penghargaan Paritrana Award

“Awalnya suara itu dikira berasal dari aktivitas di sekitar dipan. Setelah dicek lebih dekat, ternyata king kobra. Ular itu sedang memangsa sesuatu sehingga warga memilih menghubungi kami,” ujarnya.

Tim Yayasan Reptil Asih Tabanan kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 12.30 Wita. Saat dilakukan evakuasi, ular tersebut ditemukan meringkuk di bawah dipan kamar.

Astridayanti mengatakan, keberadaan king kobra di sekitar rumah warga juga dikarenakan kondisi lingkungan. Rumah tersebut berada tidak jauh dari kawasan kebun dengan vegetasi yang cukup lebat sehingga masih memungkinkan menjadi tempat hidup dan mencari makan satwa liar.

Baca juga:  Gempa di Tapanuli Utara, Satu Meninggal dan Sejumlah Warga Luka

“Lingkungan sekitar rumah banyak kebun jadi ular memiliki ruang untuk bergerak. Ketika ada mangsa di sekitar permukiman, ular bisa saja masuk hingga ke pekarangan atau rumah,” katanya.

Ia menambahkan, king kobra memiliki perilaku sebagai predator yang memangsa ular lain. Karena itu, keberadaan ular di sekitar kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pemicu ular besar mendekati permukiman. Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan king kobra. Ular berbisa tersebut dapat menjadi berbahaya apabila merasa terganggu atau terancam.

Baca juga:  Warga Karangasem Mengungsi ke Bangli, Ini Lokasi yang Disiapkan

“Yang paling penting jangan mengambil risiko. Beri ruang dan jangan mencoba menangkap sendiri. Segera hubungi pihak yang biasa menangani evakuasi satwa agar prosesnya lebih aman,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN