Pemain Bali United, Tim Geypens (putih) saat pertandingan BRI Super League 2026/27 lawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United FC harus menerima kekalahan perdana pada BRI Super League 2026/27 setelah takluk 0-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9).

Gelandang Bali United, Tim Geypens, menilai kekalahan tersebut tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan tim, terutama saat kehilangan penguasaan bola. Kesalahan itu kemudian membuat rencana permainan Serdadu Tridatu tidak berjalan sesuai harapan.

“Kami membuat kesalahan dengan kehilangan bola dan harusnya situasi itu tidak boleh terjadi. Sebenarnya kami sudah bermain bagus dan berjuang maksimal, hanya memang situasi belum memihak untuk kami dapatkan hasil positif,” ujar Geypens.

Baca juga:  Seniman Asal Banyuwangi Divonis Belasan Tahun dan Denda Miliaran

Bali United sebenarnya mampu memberikan perlawanan kepada tuan rumah. Namun, situasi pertandingan berubah setelah Serdadu Tridatu kehilangan dua pemain akibat kartu merah. Kondisi tersebut membuat strategi yang disiapkan pelatih Johnny Jansen semakin sulit dijalankan.

Gol tunggal Borneo FC tercipta melalui titik penalti. Juan Villa sukses menjalankan tugasnya dan menaklukkan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer.

Geypens menyebut hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Bali United. Kekalahan di Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi catatan hasil, tetapi juga momentum untuk membenahi sejumlah kelemahan sebelum kompetisi kembali bergulir.

Baca juga:  Soal Penolakan BEM, Rektor Buka Dialog Bicarakan Kerja Sama Unud-TNI

Bali United kini memasuki jeda kompetisi karena agenda FIFA Match Day. Serdadu Tridatu dijadwalkan kembali bertanding pada 10 Oktober 2026 dengan menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Bali United untuk bangkit setelah kehilangan tiga poin dari lawatannya ke markas Borneo FC. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN