Wisatawan India berkunjung ke Bali. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – India semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar utama pariwisata Bali. Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2026, wisatawan asal India tercatat sebanyak 318.948 kunjungan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Angka tersebut menempatkan India di posisi tiga besar pasar wisman Bali setelah Australia dan China.

Data yang ditampilkan Dinas Pariwisata Bali menunjukkan, kunjungan wisatawan India pada Januari mencapai 37.351 orang, Februari 37.132 orang, Maret 42.460 orang, April 46.513 orang, Mei 59.014 orang, Juni 55.586 orang, dan Juli 40.892 orang. Jika diakumulasikan, totalnya mencapai 318.948 kunjungan.

Dari total 720.668 wisman yang tercatat datang ke Bali pada Juli 2026, wisatawan India menyumbang 40.892 kunjungan atau sekitar 5,67 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan pasar India memang menjadi salah satu pasar strategis bagi Bali. Kontribusinya tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari karakteristik wisatawan yang memiliki beragam kebutuhan dan minat perjalanan.

Baca juga:  India Laporkan 2 Kasus Varian Omicron

“India saat ini memang menjadi salah satu pasar strategis bagi Bali. Jadi memang pasar India memiliki kontribusi yang cukup signifikan,” ujar Sumarajaya, Rabu (23/9).

Menurutnya, wisatawan India yang datang ke Bali tidak hanya bertujuan untuk berlibur. Pasar tersebut juga memiliki minat kuat terhadap sejumlah segmen khusus, seperti destination wedding, honeymoon, budaya, spiritual dan wellness, wisata alam hingga lifestyle.

Keragaman minat tersebut menjadi peluang bagi Bali untuk mengembangkan pasar India dengan pendekatan yang tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan. Pengembangan diarahkan agar wisatawan yang datang juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi industri pariwisata dan masyarakat.

Salah satu segmen yang dinilai potensial adalah destination wedding. Bali dinilai memiliki keunggulan karena mampu menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan dalam satu destinasi, mulai dari akomodasi, venue pernikahan, kuliner, jasa penyelenggara acara hingga berbagai aktivitas wisata yang dapat dinikmati pasangan dan keluarga.

“Untuk destination wedding, Bali memang memiliki keunggulan karena berbagai kebutuhan wisatawan bisa tersedia dalam satu destinasi,” jelasnya.

Baca juga:  Penyandang Disabilitas Unjuk Bakat di Utsawa Dharma Gita Denpasar

Sumarajaya menegaskan, pengembangan pasar India ke depan tidak diarahkan hanya untuk meningkatkan quantity tourism. Dinas Pariwisata Bali juga berupaya meningkatkan kualitas pasar dengan menyasar wisatawan yang memiliki potensi lama tinggal dan belanja lebih tinggi.

Karena itu, sejumlah segmen akan diperkuat, terutama luxury tourism, wellness tourism dan MICE atau meeting, incentive, convention, and exhibition.

“Kami akan memperkuat segmen luxury, wellness, dan MICE, sekaligus meningkatkan kerja sama dengan airline, travel agent, wedding organizer dan pelaku industri pariwisata di India,” tandasnya.

Kerja sama dengan maskapai dan agen perjalanan dinilai penting untuk memperkuat aksesibilitas serta pemasaran Bali di India. Sementara kolaborasi dengan wedding organizer diarahkan untuk memperluas pasar pernikahan internasional yang digelar di Bali.

Menurut Sumarajaya, karakter pasar India memberikan ruang bagi Bali untuk meningkatkan manfaat ekonomi dari setiap kunjungan. Karena itu, indikator keberhasilan pengembangan pasar tidak hanya dilihat dari pertumbuhan jumlah wisman, tetapi juga dari lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran wisatawan (tourist spending) selama berada di Bali.

Baca juga:  Kasus COVID-19 di India Lewati 9 Juta Orang

Data tersebut juga memperlihatkan posisi India yang relatif kuat sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Dari 20 pasar utama yang tercantum, India berada di urutan ketiga dengan 318.948 kunjungan, di bawah Australia yang mencapai 982.403 kunjungan dan China sebanyak 356.384 kunjungan.

Sementara pada Juli saja, Australia menjadi pasar terbesar dengan 179.566 kunjungan, disusul China 61.264 dan India 40.892 kunjungan.

Dengan basis kunjungan yang telah mencapai hampir 319 ribu orang hingga Juli, India menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan dalam strategi pengembangan pariwisata Bali.

Ke depan, Dispar Bali mengarahkan pasar tersebut tidak hanya untuk menambah jumlah kunjungan, tetapi juga memperbesar kontribusi terhadap ekonomi pariwisata melalui segmen bernilai tambah seperti luxury, wellness, MICE, serta destination wedding. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN