Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore (21/9) ditutup melemah seiring pelaku pasar bersikap hati-hati wait and see pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.

IHSG ditutup melemah 56,43 poin atau 0,88 persen ke posisi 6.384,73. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,96 poin atau 0,93 persen ke posisi 634,29.

“Menariknya, keputusan BI diambil di tengah momentum The Fed, Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) yang secara kompak menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi akibat krisis energi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menantikan respon BI dalam RDG pada 22-23 September 2026 pekan ini, setelah sebelumnya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan Europan Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin pada September 2026.

Baca juga:  Jro Jangol Dilimpahkan, Berusaha Hindari Jepretan Media Sandalnya Terlepas

Sementara dari mancanegara, Nico menilai penguatan bursa kawasan Asia didukung tanda-tanda meningkatnya upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik dan memulihkan aliran energi di Timur Tengah.

Hal tersebut seiring dengan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan, dan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan terbukanya kemungkinan untuk bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB, serta Trump mungkin juga akan bertemu dengan para pemimpin Teluk Persia lainnya.

Sedangkan, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendesak negara-negara Teluk untuk bekerja sama dalam memulihkan stabilitas di seluruh Kawasan.

Baca juga:  Dari Mural di Pinggir Tukad Badung Dicoreti hingga Tri Handoko Dimutasi

Selanjutnya, pelaku pasar menilai bank sentral China (PBOC) akan mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya tidak berubah untuk bulan ke-16 berturut-turut pada level terendah sepanjang masa. Sementara, suku bunga pinjaman utama (LPR) satu tahun dipertahankan di 3,0 persen, sementara LPR lima tahun dipertahankan di 3,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,55 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,01 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,38 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,93 persen.

Baca juga:  Tonggak Baru Sepak Bola Indonesia, PSSI Gulirkan Liga 4

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu CSMI, TRUE, BBSS, JAWA, dan AGAR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FORU, KICI, JARR, FPNI dan DOOH.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,82 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,07 miliar lembar saham senilai Rp11,83 triliun. Sebanyak 294 saham naik, 372 saham menurun dan 297 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,38 persen ke 65.018,95, indeks Shanghai menguat 0,97 persen ke 3.949,91, indeks Hang Seng menguat 1,18 persen ke 25.042,71, indeks Kospi menguat 1,65 persen ke 7.007,72, dan indeks Straits Times menguat 0,34 persen ke 5.675,23. (kmb/balipost)

BAGIKAN