Penyaluran LPG 3 kg bersubsidi digelar di Wantilan Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (17/9). (BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Guna mengantisipasi kelangkaan dan menjaga ketersediaan elpiji bagi masyarakat, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi digelar di Wantilan Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (17/9).

Penyaluran yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan PT Pertamina ini mendapat pendampingan ketat dari Babinsa Desa Singakerta Koramil 1616-02/Ubud, Kopda Kadek Endra Wirawan, serta Bhabinkamtibmas Desa Singakerta, Aiptu I Made Widastra. Kehadiran personel TNI-Polri tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Baca juga:  Usulan Angka UMK 2025 Rp 3.119.080, Disnaker Tunggu Penetapan PJ Gubernur Bali

Perbekel Desa Singakerta, Ketut Murja, menjelaskan bahwa sistem pembelian dalam kegiatan operasi pasar ini diatur secara transparan dan terukur. Langkah ini diambil guna menjaga pemerataan serta mencegah potensi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Dalam pelaksanaannya, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung LPG 3 kg dengan harga sesuai HET, yaitu Rp18.000 per tabung, serta wajib menunjukkan KTP. Pada penyaluran kali ini, kuota yang disediakan dibatasi sebanyak 100 tabung,” ujar Ketut Murja.

Baca juga:  Oknum Dewan Ditangkap di Jakarta, BNNP Siap Bantu Pengembangan Kasusnya

Sementara itu, pengamanan dan pendampingan di lokasi difokuskan untuk mengatur alur antrean warga agar tidak terjadi penumpukan massal. Babinsa dan Bhabinkamtibmas memastikan pendaftaran hingga pembayaran berlangsung kondusif sehingga bantuan subsidi energi ini benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Program penyeimbang pasokan elpiji bersubsidi yang gencar dilaksanakan di berbagai titik wilayah Gianyar dalam beberapa hari terakhir ini disambut positif oleh warga setempat. Sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat kewilayahan diharapkan dapat terus menjaga stabilitas pasokan energi serta ketenteraman di tengah masyarakat. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Di Jatim Bali Nusra, Konsumsi LPG Meningkat 5 Persen
BAGIKAN