Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (15/9) bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.694 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.669 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi konflik geopolitik di Asia Barat.

“Kelompok Houthi (Ansarullah) di Yaman melancarkan serangan lanjutan terhadap Arab Saudi pada Senin (14/9/2026), sembari memperkuat posisi mereka di titik-titik strategis di sepanjang Laut Merah,” ucapnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Pembiayaan Infrastruktur KPBU Capai Rp 170,26 Triliun

Lebih lanjut, posisi-posisi tersebut juga dianggap memungkinkan kelompok itu melancarkan lebih banyak serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab, sehingga mengancam pasokan minyak di kawasan sekitar.

Setelah Ansarullah Yaman melumpuhkan operasional pipa minyak lintas-negara (timur-barat) milik Riyadh pada pekan lalu, para analis memperkirakan bahwa perkembangan ini dapat mengganggu tambahan 4-5 persen dari pasokan global.

Sentimen lain berasal dari penundaan pembicaraan mengenai Selat Hormuz antara Iran dengan AS. Begitu pula penundaan pertemuan antara Oman, Iran, dan negara-negara Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca juga:  5 Tahun Terakhir Masa Penuh Tantangan, Jokowi Beber Pencapaian Indonesia

“Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (14/9/2026) kembali melontarkan klaim yang sering ia sampaikan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai. Namun, Teheran membantah klaim Trump tersebut dan menyatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan sampai syarat-syarat mereka dipenuhi, terutama tuntutan agar AS mematuhi ketentuan gencatan senjata bulan Juni yang kini sudah tidak berlaku lagi,” ungkap Ibrahim.

Kenaikan angka Consumer Price Index (CPI) AS bulan Agustus 2026 turut memberikan sentimen terhadap rupiah, menimbang pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 89 persen untuk kenaikan suku bunga, naik dari sekitar 59,4 persen pada pekan sebelumnya.

Baca juga:  DGB UI Serukan Penghentian RUU Pilkada

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.687 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.635 per dolar AS. (kmb/balipost)

BAGIKAN