Ketua Panitia Majelis Tertinggi Mahasabha XIII PHDI 2026 , Letjen TNI I Nyoman Cantiasa saat mesimakrama dengan umat Hindu di Kalteng. (BP/istimewa)

PALANGKARAYA, BALIPOST.com – Ketua Panitia Majelis Tertinggi Mahasabha XIII PHDI  2026 , Letjen TNI I Nyoman Cantiasa terus menyambangi umat Hindu yang ada di Indonesia. Pada Sabtu (12/9), Letjen Cantiasa menghadiri Forum Group Discusition (FGD) Pramahasabha XIII di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Di Kalteng jumlah umat Hindu cukup besar sekitar 170.000 orang, juga adanya Umat Hindu Kaharingan (agama kearifan lokal). Oleh karena itu, diharapkan perbedaan Agama jangan sampai dipakai ajang konflik tapi jadikan kekuatan potensi membangun Bangsa Indonesia yang penuh warna keberagaman.

Letjen Cantiasa via telepon, Senin (13/9) menjelaskan kehadirannya dalam FGD tersebut bukan semata-mata terkait Pramahasabha saja, juga dalam rangka menyapa dan menengok keluarga besar umat Hindu Kaharingan yang sedang mengalami musibah kebakaran hutan dan lahan agar tetap kuat, tabah serta sabar. “Kami mendoakan semoga situasi dan kondisi cepat normal kembali,” ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Baca juga:  BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Pihaknya ingin mendengar aspirasi umat  di wilayah Dayak, Kalimantan Tengah, terutama berkaitan dengan kondisi keumatan di daerah dan isu kelembagaan keumatan lokal maupun nasional. FGD ini diharapkan menjadi rekomendasi dalam pelaksanaan Mahasabha XIII yang akan dilaksanakan di Jakarta dari  8 hingga 11 Oktober 2026.

“Saya sangat berbahagia  bisa hadir untuk menyerap aspirasi di tengah situasi dan kondisi bencana kebakaran beberapa waktu yang lalu. Awalnya saya sempat ragu apakah bisa terlaksana atau tidak, namun atas kehendak Tuhan Yang Kuasa cuaca kabut asap sudah berkurang dan penerbangan dibuka. Akhirnya kami bisa berkumpul  dan mesimakrama,” ungkap mantan Pangdam XVIII/ Kasuari ini.

Baca juga:  Jokowi Terima Kunjungan Pemerintah UEA di Solo

Dalam pertemuan tersebut, jenderal bintang tiga ini menekankan arti penting menjaga persatuan internal umat Hindu untuk saling memperkuat dan membantu dalam situasi apapun, baik suka maupun duka. Tingkatkan terus toleransi antara umat beragama untuk menjaga harmoni melalui forum FKUB dan bahu membahu membangun bangsa diera tantangan dinamika globalisasi saat ini.

“Mahasabha yang akan kita laksanakan tidak hanya kegiatan serimonial belaka, tapi merupakan ruang strategis dalam pengambilan Keputusan, wadah transformasi ide dan gagasan sekaligus menyusun perencanaan serta aksi dalam pencapaian,” tegasnya.

Baca juga:  WBT Ajak Semua Komponen Implementasikan Ajaran Hindu 

Mantan Danrem 163/Wira Satya ini menyampaikan sempat bertemu dengan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Saat itu, Nasaruddin berpesan jangan jadikan perbedaan agama sebagai ajang konflik, tapi  kekuatan  membangun Bangsa Indonesia yang penuh warna keberagaman. Berbeda dalam keyakinan bertemu dalam kemanusiaan.

FGD di Kalteng tersebut dihadiri pengurus PHDI tingkat provinsi, kabupaten dan kota, Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, forkominda, tokoh masyarakat, agama dan pemuda, serta akademisi. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN