
MANGUPURA, BALIPOST.com – Sempat dirawat di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, salah satu korban pengeroyokan sekelompok buruh di mess buruh proyek PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Jumat (11/9) malam, meninggal dunia.
Korban meninggal berinisial AW (24). Terkait kejadian ini, polisi mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (12/9) saat dikonfirmasi membenarkan jika salah satu korban pengeroyokan meninggal di rumah sakit. Iptu Adi menjelaskan korban meninggal pada Jumat pukul 19.30 WITA.
“Saat ini jasad korban masih dititipkan di kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Orangtua, yakni ayah kandung korban telah mengajukan permohonan persetujuan dilakukan autopsi,” ujarnya.
Terkait proses hukum peristiwa ini, Adi menegaskan tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek kuta Selatan telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi serta mengamankan barang bukti. Sampai saat ini, polisi mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan.
Wakapolresta Denpasar, AKBP Ketut Widiarta mendatangi TKP, Jumat (11/9) siang. Petugas minta keterangan saksi serta pihak manajemen PT Tunas Jaya Sanur. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas keributan tersebut.
Hasil penyelidikan, mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini menjelaskan keributan terjadi di mess buruh PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (6/9) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA tersebut melibatkan sejumlah buruh dan petugas keamanan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi, keributan berawal saat petugas keamanan PT Tunas Jaya Sanur berinisial IKTR patroli di area bedeng buruh. Petugas kemudian mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet dan menegur salah seorang pekerja. Teguran tersebut berkembang menjadi cekcok hingga situasi memanas.
Tak lama kemudian, seorang pekerja lain diduga datang dari lantai II dengan membawa pisau dan menodongkannya kepada petugas keamanan. Aksi tersebut kemudian memicu keributan yang melibatkan sejumlah orang di lokasi.
Dari kejadian tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka di beberapa bagian tubuh. AW mengalami luka pada bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri. Sementara RBB mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kaki.
FRM juga dilaporkan mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala. Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi turut mengamankan satu buah pisau dan dua potongan besi pipa sebagai barang bukti.
Seperti diberitakan kericuhan terjadi di mess proyek vila, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Minggu (6/9) malam. Dua kelompok buruh proyek bentrok diduga dipicu senggol dinding dari seng. Akibat kejadian itu sejumlah buruh terluka. (Kerta Negara/balipost)










