Ilustrasi sejumlah tabung gas melon. (BP/kmb)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon yang terjadi di Kabupaten Klungkung dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian Pemkab Klungkung. Kelangkaan tersebut disebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg saat musim upacara adat dan keagamaan.

Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, Komang Dharma Suyasa, ketika dikonfirmasi mengatakan kondisi kelangkaan LPG 3 kg hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika memasuki bulan-bulan yang banyak diwarnai kegiatan adat.

Menurut Dharma Suyasa, lonjakan kebutuhan LPG terjadi karena banyak masyarakat melaksanakan kegiatan seperti ngaben, ngeroras, upacara yadnya, odalan hingga acara pernikahan. Kondisi tersebut membuat permintaan LPG 3 kg meningkat cukup drastis.

“Kelangkaan gas elpiji kemarin itu karena banyak yang melaksanakan upacara seperti menikah, ngaben, ngeroras dan sebagainya. Permintaan meningkat drastis,” ujar Dharma Suyasa, Jumat (11/9).

Baca juga:  Gas Melon Langka di Denpasar, Harga Tembus Rp 25 Ribu per Tabung

Dharma Suyasa mengatakan, meningkatnya kebutuhan LPG untuk kegiatan adat tersebut turut menyerap LPG bersubsidi yang selama ini diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat. LPG 3 kg banyak digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan selama musim upacara.

“Karena bulan-bulan upacara yadnya, ngaben, ngeroras, menikah, kebutuhan gas itu dibawa ke sana,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Klungkung tidak dapat membatasi masyarakat ketika kebutuhan LPG 3 kg meningkat. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pasokan tetap menjangkau masyarakat.

Dharma Suyasa mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan, terutama terhadap penyaluran LPG 3 kg dari pangkalan kepada masyarakat. Pangkalan juga diimbau menyalurkan LPG bersubsidi sesuai ketentuan.

Baca juga:  Cegah Kebocoran, Seluruh DTW di Bangli Gunakan E-Tiketing

“Kita tidak bisa membatasi masyarakat untuk beli gas bersubsidi. Kita memantau dan mengimbau agar gas elpiji disalurkan oleh pihak pangkalan ke masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Dharma Suyasa menyebut Pemkab Klungkung akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG 3 kg. Pemkab berharap ada penyesuaian atau tambahan kuota, terutama pada periode yang secara rutin mengalami peningkatan permintaan.

Ia juga menyebut bulan April, Juli hingga September biasanya menjadi periode yang banyak diisi kegiatan adat sehingga kebutuhan LPG ikut meningkat. Penentuan kuota pasokan sendiri berada di ranah Pertamina, sedangkan pemerintah daerah memiliki peran dalam melakukan pengawasan distribusi.

“Kemarin saya sudah sempat bahas ini dan sampaikan ke agen. Nanti saya koordinasi dengan penyedia, semoga pasokan gas bersubsidi kuotanya ditambah,” ungkapnya.

Baca juga:  Intensitas Hujan Tinggi, Ini Wilayah Potensi Bencana di Klungkung

Ia menilai penambahan pasokan penting dilakukan untuk mengantisipasi pola peningkatan kebutuhan yang terjadi setiap tahun. Dengan adanya penyesuaian kuota, diharapkan persoalan kelangkaan LPG 3 kg tidak kembali berulang saat memasuki musim upacara.

“Terutama pada saat terjadi lonjakan permintaan seperti saat bulan-bulan upacara. Karena kejadiannya seperti ini setiap tahun,” jelasnya.

Pejabat asal Karangasem ini berharap koordinasi antara Pemkab Klungkung, agen dan pihak penyedia dapat menghasilkan pola distribusi yang lebih responsif. Dengan begitu, ketika kebutuhan LPG meningkat akibat aktivitas adat dan keagamaan, pasokan juga dapat disesuaikan.

“Agar di bulan-bulan permintaan banyak, diikuti juga dengan pasokan yang lebih. Sehingga tiap tahun kejadiannya tidak seperti ini,” tegasnya. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN