Warga antre membeli LPG 3 Kilogram saat pasar murah di Kelurahan Padangsambian, Denpasar, Rabu (9/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Denpasar mendapat perhatian Pertamina Patra Niaga. Pertamina mengatakan alasan langkanya LPG ini dikarenakan peningkatan kebutuhan masyarakat saat dewasa ayu.

Pertamina lewat Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan periode dewasa ayu atau hari baik merupakan waktu yang dianggap tepat oleh masyarakat Bali untuk melaksanakan berbagai kegiatan adat dan upacara. Aktivitas seperti pernikahan hingga pengabenan membuat kebutuhan LPG 3 kg ikut meningkat.

Berdasarkan pemantauan dan pengecekan bersama pemerintah daerah serta stakeholder terkait, distribusi LPG 3 kg dari agen menuju pangkalan di wilayah Denpasar kini berangsur normal. Stok di sejumlah pangkalan juga masih tersedia.

Baca juga:  Direktur Utama BRI Hery Gunardi Bagikan 5 Kunci Sukses Membangun Bisnis

Khusus di Desa Pemogan, terdapat 42 pangkalan LPG 3 kg yang melayani kebutuhan masyarakat. Pemantauan pada 8 September 2026 menunjukkan pengiriman LPG tetap berjalan.

Harga jual kepada konsumen juga berada di angka Rp18.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Sejumlah pangkalan telah menerima pasokan pada 8 September. Pengiriman berikutnya dijadwalkan kembali berlangsung pada 9–10 September 2026.

Dari sisi stok, LPG di Integrated Terminal (IT) Manggis tercatat mencapai 4.418 metric ton (MT), dengan ketahanan stok sekitar 4,7 hari. Pertamina juga telah menyiapkan pasokan tambahan sebanyak 1.700 MT yang diperkirakan tiba pada 9 September 2026.

Baca juga:  Gubernur Koster Akan Atur Pembentukan Toko Modern yang Dikelola Desa Adat

Pertamina bersama pemerintah daerah juga mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan kebutuhan selama periode duasa. Sepanjang September, pasar murah atau operasi pasar telah digelar di delapan lokasi di Denpasar.

Ia mengatakan pihaknya terus memperkuat distribusi dengan memantau stok hingga tingkat pangkalan dan menyesuaikan penyaluran berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Pertamina memahami kebutuhan masyarakat yang meningkat pada periode tertentu. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan dan penguatan penyaluran, termasuk berkoordinasi dengan agen, pangkalan, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait agar kebutuhan LPG 3 kg masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad pada Rabu (9/9).

Baca juga:  Baik untuk Membuat Peraturan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 9 Desember 2025

Pertamina juga berkoordinasi dengan agen LPG PSO di Kota Denpasar untuk memprioritaskan wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan. Selain itu, koordinasi dengan Disperindag Kota Denpasar dilakukan untuk menentukan titik yang memerlukan penguatan suplai maupun pasar murah.

“Kami harapkan langkap ini membuat distribusi LPG 3 kg ke wilayah yang membutuhkan dapat berjalan lebih optimal,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan melalui pangkalan resmi. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta tidak mudah percaya atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. (Parwata/balipost)

BAGIKAN