I Gusti Ayu Badri yang merupakan ibunda anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra akan dipalebon (diaben) pada Minggu (13/9). (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – I Gusti Ayu Badri yang merupakan ibunda anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra akan dipalebon (diaben) pada Minggu (13/9).

Anak mendiang yang juga selaku Pengrajeg Karya, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (7/9) mengatakan, sesuai hasil rapat keluarga dan penentuan hari baik, pelebon akan berlangsung pada Redite Pon Perangbakat, Minggu 13 September nanti di Setra Tanjung Bungkak, Denpasar. Upacara pelebon istri dari mantan Gubernur Bali, Prof. Ida Bagus Mantra ini akan berlangsung sekitar pukul 13.00 dan berlanjut nganyut ke Pantai Sanur.

Sementara itu, upacara melelet atau nyiramin akan berlangsung pada Rabu 9 September bertepatan pada Buda Wage Menail yang berlangsung di Griya Sebasari. Kemudian apada H-1 pelebon atau 12 September akan berlangsung upacara ngajum/ pengaskara memeras sekitar pukul 10.00 WITA.

Baca juga:  Ini, Deretan Zodiak yang Terlahir sebagai Entrepreneur

Pada saat pelebon akan dipuput 4 orang sulinggih. Mulai dari prosesi atetangi ngewisik, pralina pering, ngardi tirta pengarep hingga melaspas pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Kemudian nedunin layon dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan dan Nedunin layon di setra Ida Pedanda Gede Suyasa. Lanjut Ngereka Puspa dipuput oleh Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Proses nganyut segara dan pesucian di merajan griya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

Baca juga:  Pencuri Tabung Elpiji di Penarungan Dibekuk

Rai Mantra menceritakan, sebelum berpulang, almarhumah sempat dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 10.00 WITA setelah mengalami gangguan pernapasan. Sekitar pukul 14.00, sang ibunda kemudian menghembuskan napas terakhirnya.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di Griya Seba Sari, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar. Menurut Rai Mantra beberapa hari sebelum berpulang, kondisi kesehatan almarhumah sempat diperiksa dan dinyatakan baik.

“Kalau sakit, memang sebenarnya tiga sampai empat hari sebelum beliau meninggal itu kita check up segala macam, nah hasilnya bagus. Cuma ya memang makannya agak kurang. Kejadian kemarin itu sangat cepat dan sangat mendadak, nafasnya agak sesak, ya akhirnya meninggal karena mungkin faktor usia yang sudah 97 tahun,” ujarnya.

Baca juga:  Menteri PPPA Ingatkan Krama Bali Jangan Memilih Karena Tekanan

Rai Mantra mengaku tak memiliki firasat apapun terkait kepergian ibunya yang menurutnya cukup tiba-tiba. Hanya saja, saat akan berangkat ke Jakarta, kemudian ke Lampung, dirinya tumben tidak pamitan.

Karena saat itu, ia berangkat pagi dan sang ibu masih tidur. Selain itu, malam sebelum ibunya berpulang, tidurnya sedikit gelisah.

I Gusti Ayu Badri memiliki lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan terakhir Rai Mantra. Selain itu, almarhum juga meninggalkan 14 orang cucu, serta beberapa orang cicit. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN