Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mulai mematangkan persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Tunggal putri Indonesia itu memilih memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kondisi fisik dan daya tahan sebelum bergabung dengan tim putri Merah Putih.

Dhinda menyadari tuntutan pertandingan di ajang multicabang terbesar di Asia membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Karena itu, sepulang dari Pontianak, pemain berusia 20 tahun tersebut akan langsung menggenjot program latihan fisiknya.

“Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan,” kata Dhinda seusai tampil pada Pontianak Indonesia Masters 2026, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dhinda menjadi salah satu dari empat tunggal putri yang dipercaya memperkuat Indonesia di Asian Games 2026. Ia akan bahu-membahu bersama Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Mutiara Ayu Puspitasari.

Baca juga:  Empat Kapal Ikan Ilegal Penyelundup Narkoba akan Ditenggelamkan

Meski demikian, langkah Dhinda di Pontianak Indonesia Masters 2026 harus terhenti pada babak 16 besar. Ia kalah dua gim langsung dari unggulan keempat asal Kanada, Rachel Chan, dengan skor 19-21, 17-21.

Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Dhinda, terutama dalam menghadapi lawan yang mampu mengubah tempo permainan secara cepat.

Menurutnya, Chan tampil agresif dengan berusaha memperpendek reli dan mengambil inisiatif serangan lebih awal. Gaya tersebut cukup menyulitkan karena Dhinda lebih nyaman bermain dalam reli panjang.

“Lawan bermain dengan banyak spekulasi dan tidak mau diajak rally, sementara tipe permainan saya adalah rally. Tadi sebenarnya ada beberapa kali dia mati langkah tapi masih bisa membalikkan bola dan balikannya itu malah bagus dan saya posisinya malah tidak siap,” ujarnya.

Baca juga:  Aktivasi IKD di Bali Capai 90,5 Persen

Situasi tersebut semakin terasa pada penghujung gim pertama. Chan meningkatkan tempo permainan dan terus berusaha mengambil poin dengan serangan cepat.

“Di poin-poin akhir gim pertama itu dia berusaha mempercepat permainan, mau langsung mematikan saya terus. Saya sudah antisipasi tapi memang pergerakan kaki saya kurang cepat,” kata Dhinda.

Hasil di Pontianak sekaligus menjadi kekalahan kedua Dhinda dari Chan sepanjang 2026. Sebelumnya, keduanya bertemu pada fase grup Piala Uber 2026. Saat itu, Dhinda juga harus mengakui keunggulan Chan melalui pertarungan tiga gim, 21-13, 19-21, 11-21.

Baca juga:  Atlet Tembak Yadi Suteja Perdalam Teknik Jelang Asian Games 2026

Namun, pengalaman di Piala Uber menjadi modal berharga bagi Dhinda. Ia telah merasakan atmosfer pertandingan beregu internasional sekaligus membantu Indonesia meraih medali perunggu Piala Uber 2026.

Kini, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika Dhinda kembali dipercaya memperkuat Indonesia di Asian Games. PP PBSI memasukkannya dalam skuad 20 pemain setelah mempertimbangkan performa, kondisi fisik dan teknis, serta kebutuhan tim.

Pada Asian Games 2026, Dhinda akan difokuskan untuk memperkuat Indonesia di nomor beregu putri.

Cabang bulu tangkis Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-29 September di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Pertandingan beregu putra dan putri digelar pada 20-24 September, sebelum nomor perseorangan dimulai 25 September. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN